3 Golongan Masyarakat Kerajaan Kediri

3 Golongan Masyarakat Kerajaan Kediri

3 Golongan Masyarakat Kerajaan Kediri

3 Golongan Masyarakat Kerajaan Kediri
3 Golongan Masyarakat Kerajaan Kediri

Kehidupan sosial pada zaman Kerajaan Kediri dapat kita lihat dalam kitab Ling-Wai-Tai-Ta yang disusun oleh Chou Ku-Fei pada tahun 1178 M. Dalam Kitab tersebut menyatakan bahwa masyarakat Kediri menggunakan kain sampai bawah lutut dan rambutnya diurai. Rumah masyarakatnya rata-rata sangatlah bersih dan rapi. Lantainya tebuat dari ubin yang berwarna kuning dan hijau. Pemerintahannya sangat lah memerhatikan keadaan masyarakatnya sehingga pertanian, peternakan, dan perdagangan mengalami kemajuan yang cukup pesat.

Masyarakat Kediri dibedakan menjadi 3 golongan berdasarkan kedudukan dalam pemerintahan kerajaan.

Golongan masyarakat pusat (Kerajaan)

Adalah masyarakat yang terdapat dalamĀ  lingkungan raja dan beberapa kaum kerabatnya serta kelompok pelayannya.

Golongan masyarakat thani (Daerah)

Adalah golongan masyarakat yang terdiri atas para pejabat atau petugas pemerintahan di wilayah thani (daerah).

Golongan masyarakat non-pemerintah

Adalah golongan masyarakat yang tidak mempunyai kedudukan dan hubungan dengan pemerintah secara resmi atau masyarakat wiraswasta. Kediri memiliki 300 lebih pejabat yang bertugas mengurus dan mencatat semua penghasilan kerajaan. Di samping itu, ada 1.000 pegawai rendahan yang bertugas mengurusi benteng dan parit kota, perbendaharaan kerajaan, dan gedung persediaan makanan.

Kerajaan Kediri berdiri dari pembagian Kerajaan Mataram oleh Raja Airlangga (1000-1049). Pemecahan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perselisihan di antara anak-anak selirnya. Belum ada bukti yang jelas bagaimana kerajaan tersebut dipecah dan menjadi beberapa bagian.

Dalam babad dikatakan bahwa kerajaan dibagi menjadi empat atau lima bagian. Tetapi dalam perkembangannya hanya ada dua kerajaan yang sering disebut, yaitu Kediri (Pangjalu) dan Jenggala. Samarawijaya sebagai pewaris sah kerajaan mendapat ibukota lama, yaitu Dahanaputra, dan nama kerajaannya diubah menjadi Pangjalu atau dikenal juga sebagai Kerajaan Kediri.

Karya Sastra dan Prasasti Pada Zaman Kerajaan Kediri

Prasasti pada Jaman Kerajaan Kadiri diantaranya adalah:

  • Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M
  • Menjelaskan kemenangan Kerajaan Kediri atas Jenggala
  • Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M

Menjelaskan Kerajaan Kediri pada masa Raja Jayabaya. Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati yang memiliki arti Kediri Menang. Prasasti ini di keluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kediri selama perang dengan Jenggala. Dan dari Prasasti tersebut dapat di ketahui jika Raja Jayabaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri.

Baca juga artikel: