8 Penyebab Sakit Gigi Selain Gigi Berlubang
Umum

8 Penyebab Sakit Gigi Selain Gigi Berlubang

8 Penyebab Sakit Gigi Selain Gigi Berlubang8 Penyebab Sakit Gigi Selain Gigi Berlubang

 

Sakit gigi, adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia. Hampir semua orang pernah mengalami sakit gigi setidaknya sekali seumur hidup. Meski begitu, penyebab sakit gigi masing-masing orang bisa berbeda dan mungkin tidak pernah disadari sebelumnya.

 

Penyebab sakit gigi yang umum terjadi

Sakit yang dirasakan pada tubuh Anda pasti terasa tidak nyaman. Termasuk ketika Anda mengalami sakit gigi. Sakit gigi adalah tanda bahwa ada masalah di bagian gigi atau gusi. Masalah atau kerusakan tersebutnya sebaiknya tidak diabaikan sebelum menjadi lebih buruk.

Bisa dikatakan, adanya kerusakan gigi menjadi penyebab umum terjadinya sakit gigi. Apabila tidak segera diobati maka akan terjadi abses yang berkembang sehingga terjadi infeksi.

Selain itu, penyebab umum lainnya adalah ketika gigi terimpaksi atau ada masalah pada gigi bungsu. Masalah tersebut adalah jaringan gigi bungsu yang tersangkut dan tidak bisa tumbuh dengan seharusnya.

Penyebab sakit gigi yang paling sering dikeluhkan
Gigi berlubang adalah penyebab sakit gigi yang paling umum. Selain bikin gigi cenat-cenut, gigi berlubang juga bikin susah konsentrasi, makan, dan tidur. Repot, deh!

Nah, berikut adalah berbagai penyebab sakit gigi lainnya sekaligus apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

1. Gigi sensitif
gigi berlubang penyebab sakit gigi

Jika gigi senat-senut tajam setiap habis makan dan minum yang panas atau dingin, tandanya Anda punya gigi sensitif. Kondisi ini bisa menjadi penyebab sakit gigi Anda.

Gigi bisa sensitif karena resesi gusi (garis gusi turun hingga memperlihatkan akar gigi) atau penipisan enamel gigi. Perawatan gigi, seperti cabut gigi maupun pemasangan kawat gigi atau gigi palsu, juga dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif.

Cara mengatasinya:

Sampai tiba waktunya berobat ke dokter gigi, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut di rumah dengan sikat gigi dua kali sehari. Gunakan sikat gigi lembut dan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif.

Alternatifnya, Anda juga bisa minum obat sakit gigi dan mengoleskan pasta gigi khusus sensitif langsung di area gigi yang sakit. Pijat ringan selama sekitar 10 menit. Ulangi mengoleskan pasta gigi ini jika diperlukan.

Obat sakit gigi tersedia di toko obat tanpa perlu resep dokter. Namun sebelum minum obat, pastikan Anda sudah membaca aturan pakainya dengan teliti untuk menghindari efek samping dan overdosis obat.

2. Kebiasaan menggeretakkan gigi
bruxism gemeretak gigi penyebab sakit gigi

Kebiasaan menggeretakkan gigi dapat merusak saraf dalam mulut, yang akhirnya menjadi penyebab Anda mengalami sakit gigi. Apalagi jika belakangan Anda sering mengeluh nyeri tumpul di belakang kepala atau rahang.

Gigi juga terasa lebih sensitif, berubah warna jadi agak kusam, hingga permukaan teratasnya rata dan licin akibat kebiasaan ini.

Namun, kebanyakan orang tidak sadar mereka sudah lama melakukan hal ini, terutama saat tidur. Sementara bagi yang lain, mereka sadar betul terbiasa melakukannya saat sedang stres, tegang, atau cemas.

Cara mengatasinya:

Sampai saat ini tidak ada obat yang bisa membantu Anda untuk berhenti menggeretakkan gigi. Namun, ada baiknya segera ubah kebiasaan buruk ini untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah.

Anda juga bisa konsultasi ke dokter mengenai cara perawatan gigi yang tepat. Dokter gigi mungkin dapat menganjurkan Anda memakai retainer (behel lepasan) selama tidur untuk menghentikan Anda menggeretakkan gigi tanpa sadar.

Selain itu, kebiasaan buruk ini seringkali dipicu oleh stres yang terpendam dalam diri. Maka usahakanlah untuk mengatasi stres harian dengan cara yang baik.

3. Tumbuh gigi bungsu
operasi gigi geraham bungsu

Bagi beberapa orang, tumbuhnya gigi bungsu adalah penyebab utama dari sakit gigi yang mereka alami. Ini karena gigi bungsu sering tumbuh dalam posisi miring hingga mendorong gigi geraham yang sudah ada, atau tumbuh berdesakan di tempat yang terlalu ramai.

Sakitnya bisa berupa nyeri berdenyut tajam tiba-tiba, yang berlangsung sebentar atau lanjut berhari-hari. Tak jarang, gigi bungsu yang tumbuh juga bisa sampai menyebabkan sakit kepala hebat dan nyeri rahang.

Cara mengatasinya:

Mencabut gigi bungsu adalah tindakan yang aman dan paling umum disarankan oleh dokter gigi. Oleh sebab itu, jika keluhan sakit gigi Anda terus menjadi-jadi, buat janji dengan dokter gigi sesegera mungkin.

Sementara menunggu janji cabut gigi, Anda dapat meredam rasa sakitnya dengan berkumur air garam atau minum obat penghilang nyeri yang banyak dijual bebas di toko obat.

 

Sumber: https://montir.co.id/jorjoran-saat-peluncuran-vivo-optimistis-kuasai-pasar/