ANALISIS SITIRAN

ANALISIS SITIRAN

ANALISIS SITIRAN

ANALISIS SITIRAN
ANALISIS SITIRAN

Menurut Hartinah (2002)

“Analisis sitiran adalah penyelidikan melalui data sitiran dari suatu dokumen, baik dokumen yang disitir maupun dokumen yang menyitir. Hartinah (2002) Menyatakan bahwa pada kajian bibliometrika banyak digunakan analisis sitiran sebagai cara untuk menentukan berbagai kepentingan atau kebijakan seperti:

 

  • Evaluasi program riset.
  • Penentuan ilmu pengetahuan.
  • Visualisasi suatu disiplin ilmu.
  • indikator iptek.
  • faktor dampak dari suatu majalah (journal impact factor).
  • Kualitas suatu majalah.
  • Pengembangan koleksi majalah, dan lain–lain.

Menuut (Lasa, 2009)

Analisis sitiran adalah Bentuk kajian terhadap sejumlah rujukan yang terdapat pada karya tulis ilmiah. Dalam sitiran ini digambarkan adanya hubungan antara sebagian atau seluruh dokumen yang disitir dengan dokumen yang menyitir. Dalam hal ini dapat dihitung seberapa banyak karya tulis yang disitir oleh para penulis ilmiah.

Dari perhitungan ini dapat diketahui daftar jurnal, majalah, karya ilmiah, maupun karya akademik yang didasarkan pada frekuensi sitiran. Menurut ODLIS (Online Dictionary for Library and Information Science) analisis sitiran adalah A bibliometric technique in wich works cited in publications are examined to determine patterns of scholalry communication.

Garfield dalam Hartinah (2002)

bahwa “analisis sitiran banyak digunakan dalam kajian bibliometrika karena jelas mewakili subjek yang diperlukan, tidak memerlukan interpretasi, valid dan reliable”. Dalam menggunakan kajian analisis sitiran, masalah yang perlu dipertimbangkan adalah:

  • Hanya penulis utama yang menjadi perhatian
  • Penulis yang mempunyai nama sama, bidang sama dibutuhkan.
  • Jenis sumber dokumen (artikel, makalah, dan lain–lain).
  • Tidak dibatasi oleh waktu.
  • Untuk bidang yang multi disiplin, kesulitan untuk analisis subjek

 

Guha dalam Elita (2008)

menyebutkan beberapa penggunaan sekunder sitiran:

 

  • Dipergunakan sebagai bibliografi.
  • Mempersiapkan daftar peringkat majalah.
  • Dipergunakan sebagai daftar peringkat.
  • Mengetahui hubungan penggunaan berbagai bentuk dokumen.
  • Mengetahui umur penggunaan dokumen.
  • Mengetahui keterhubungan dan keterkaitan subjek–subjek.
  • Mengetahui asal–usul atau akar dari subjek ilmu.
  • Kajian sitiran dari abstrak/indeks.

 

Langkah-langkah dalam melakukan analisis sitiran terhadap karya Ilmiah (Sujana, 2006) yakni sebagai berikut:

  • Mencatat semua bahan pustaka (pengarang, judul, tempat terbit, penerbit, dan tahun terbit) yang dijadikan daftar pustaka pada sejumlah karya ilmiah yang dipilih dijadikan sebagai sampel.
  • Daftar tersebut dicocokkan dengan data katalog perpustakaan.
  • Diketahui berapa persentase dari bahan pustaka yang dirujuk dalam karya ilmiah tersebut tersedia di perpustakaan. Selain itu, dapat diketahui juga jenis koleksi yang banyak digunakan/ dirujuk dan judul jurnal yang paling banyak dirujuk untuk setiap bidang ilmu dari karya ilmiah tersebut.
  • Sebagaimana dinyatakan oleh Sutardji (2003) seperti dikutip oleh Mudzalifah (2010) mengemukakan bahwa setidaknya ada 3 aspek yang dapat dikaji dalam analisis sitasi/ sitiran yaitu:
  • Pola sitiran. Pola sitiran disini meliputi jumlah sitiran yaitu jumlah literatur yang disitir dalam suatu karya ilmiah dan jumlah otositiran yaitu jumlah artikel yang pengarangnya menyitir karya sendiri.
  • Pola kepengarangan. Pola kepengarangan membahas tentang jumlah penulis, penulis yang banyak disitir, maupun jenis pengarag tunggal atau ganda.
  • Karakter dokumen. Karakter dokumen mencakup jenis literatur/ dokumen, tahun terbit, usia literatur/ dokumen, bahasa literatur/ dokumen, dan peringkat literatur/ dokumen yang disitir.

 

Menurut Lasa (2009)

studi pustaka melalui sitiran ini akan diperoleh manfaat antara lain:

  • Mengidentifikasi karya-karya inti
  • Mengelompokkan sumber-sumber menurut literatur yang disitir yang memiliki kesamaan
  • Mengetahui jenis-jenis literatur yang digunakan penulis
  • Mengetahui rata-rata pertumbuhan dan keusangan literatur

Bac ajuga artikel: