Perkebunan

Capital Budgeting ( Penganggaran Modal )

Capital Budgeting ( Penganggaran Modal )

Penganggaran Modal ( Capital Budgeting )Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan danpembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipmen baru untukmemperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.

Penganggaran Modal adalah Suatu Konsep Investasi Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab penganggaran modalmelibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapanmemperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterikatan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.

Investasi adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untukmenghasilkan laba dimasa yang akan datang. Dalam penggantian atau pembahasankapasitas pabrik misalnya : dana yang sudah ditanamkan akan terikat dalam jangkawaktu yang panjang, sehingga perputaran dana tersebut kembali menjadi uang tunaitidak dapat terjadi dalam waktu satu atau dua tahun, tetapi dalam jangka waktu yang lama.

2.2  Balance Scorecard

Menurut Kaplan dan Norton (1996), Balance Scorecard merupakan alat pengukur kinerja eksekutif yang memerlukan ukuran komprehensif dengan empat perspektif, yaitu persfektif keuangan,perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Sementara itu Anthony, Banker, Kaplan, dan Young (1997) mendefinisikan Balanced Scorecard sebagai: “a measurement and management system that views a business unit’s performance from four perspectives: financial, customer, internal business process, and learning and growth.

Dengan demikian, Balanced Scorecard merupakan suatu alat pengukur kinerja perusahaan yang mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan, baik secara keuangan maupun nonkeuangan dengan menggunakan empat perspektif yaitu, perspektif keuangan,perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.

Selain itu, Balanced Scorecard juga memberikan kerangka berpikir untuk menjabarkan strategi perusahaan ke dalam segi operasional. Kaplan dan Norton (1996) mengatakan bahwa perusahaan menggunakan focus pengukuran scorecard untuk menghasilkan berbagai proses manajemen, meliputi:

  1. Memperjelas dan menerjemahkan visi dan strategi
  2. Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis
  3. Merencanakan, menetapkan sasaran, dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis
  4. Meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis

Dengan Balanced Scorecard, tujuan suatu perusahaan tidak hanya dinyatakan dalam ukuran keuangan saja, melainkan dinyatakan dalam ukuran dimana perusahaan tersebut menciptakan nilai terhadap pelanggan yang ada pada saat ini dan akan datang, dan bagaimana perusahaan tersebut harus meningkatkan kemampuan internalnya termasuk investasi pada manusia, sistem, dan prosedur yang dibutuhkan untuk memperoleh kinerja yang lebih baik di masa mendatang.

Melalui Balanced Scorecard diharapkan bahwa pengukuran kinerja keuangan dan nonkeuangan dapat menjadi bagian dari sistem informasi bagi seluruh pegawai dan tingkatan dalam organisasi. Saat ini Balance Scorecard tidak lagi dianggap sebagai pengukur kinerja, namun telah menjadi sebuah rerangka berpikir dalam pengembangan strategi.

sumber :

Pixel Survival World – Online Action Survival Game 92 Apk + Mod