Ciptakan Kincir Tenaga Magnet untuk Lingkungan Tambak Udang

Ciptakan Kincir Tenaga Magnet untuk Lingkungan Tambak Udang

Ciptakan Kincir Tenaga Magnet untuk Lingkungan Tambak Udang

Ciptakan Kincir Tenaga Magnet untuk Lingkungan Tambak Udang
Ciptakan Kincir Tenaga Magnet untuk Lingkungan Tambak Udang

Salah satu tantangan dalam budaya udang adalah biaya untuk menggerakkan kincir air

di kolam sebagai aerasi yang relatif besar. Melatarbelakangi hal tersebut, lima mahasiswa Unair Hafit Ari Pratama, Muhammad Zulfikar Alfian Bahtiar, Irfan Mahbuby, Anisa Redhita Sari, dan Zakariya menciptakan kincir tenaga magnet (KTM) dengan konsep free energy.

”Kincir air ini bisa digunakan untuk aerasi tambakdalam budidaya secara intensif, khususnya budidaya udang vannamei,” kata Hafit Ari Pratama.

Selama ini kincir air itu digerakkan menggunakan bahan bakar solar, dimana biayanya

bisa mencapai 50 persen dari total biaya operasional. Kemudian kincir air yang digerakkan dengan listrik juga masih memakan biaya yang relatif mahal, yakni biaya listrik masih mencapai hingga 30 persen dari biaya operasional. Selain itu listrik yang dikeluarkan harus memiliki daya cukup tinggi, sehingga efisiensinya dapat digolongkan masih rendah.

Kemudian dengan KTM (Kincir Tenaga Magnet), mula-mula kincir digerakkan dengan bantuan dinamo yang diputar oleh tenaga listrik dari aki. Saat kincir air memutar itu terdapat GGL Induksi yang dihasilkan oleh perputaran magnet dalam piringan yang berbenturan dengan kumparan kawat pada kerangka KTM.

GGL Induksi ini yang kemudian menghasilkan listrik dan disimpan pada aki

. ’’Selanjutnya aki akan memutar dinamo dengan energi listriknya, dan dinamo menggerakkan kincir, begitu seterusnya,’’ jelas Hafit.

Ditambahkan, dalam konsep ini masih diperlukan optimasi lebih lanjut. Konsep free energy yang ditawarkan masih belum optimal, karena KTM tidak dapat terus berputar selamanya, tapi akan berhenti pada waktunya. Sehingga optimasi masih dibutuhkan untuk membuat KTM dapat berputar lebih lama seperti yang diharapkan.

Optimasi ini dilakukan dengan cara menambah magnet dan koil, sehingga energi yang disimpan dalam aki dapat lebih banyak. Penelitian ini berhasil lolos dari penilaian Dikti sehingga berhak atas hibah dana dari Kemenristekdikti dalam program Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2016-2017. (*)

 

Sumber :

https://activerain.com/profile/danuaji