Deddy Mizwar Minta Orangtua Perhatikan Pendidikan Anak agar Tak Kalah Saing di Masa Depan

Deddy Mizwar Minta Orangtua Perhatikan Pendidikan Anak agar Tak Kalah Saing di Masa Depan

Deddy Mizwar Minta Orangtua Perhatikan Pendidikan Anak agar Tak Kalah Saing di Masa Depan

Deddy Mizwar Minta Orangtua Perhatikan Pendidikan Anak agar Tak Kalah Saing di Masa Depan
Deddy Mizwar Minta Orangtua Perhatikan Pendidikan Anak agar Tak Kalah Saing di Masa Depan

Calon gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar mengungkap

pentingnya orangtua agar menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. Sebab, hal itu akan berdampak untuk masa depan sang anak.

Menurut pria yang akrab disapa Demiz itu, persaingan sumber daya manusia (SDM) akan sangat ketat. Tidak hanya bersaing dengan SDM regional, persaingan ke depan justru SDM lokal bakal bersaing dengan SDM global alias dari mancanegara.

“Saya kira ada sebuah kenyataan bahwa ke depan ada persaingan SDM, baik regional

maupun global. Nah, upaya meningkatkan SDM ini adalah salah satunya dengan pendidikan. Kalau kita cuek terhadap pendidikan, tidak mau punya pendidikan yang lebih baik, artinya siap-siap untuk bersaing dan kalah, itu saja,” ujar Demiz, Sabtu (7/4/2018).

Atas dasar itu, sebaiknya orangtua menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. Sehingga mereka memiliki kualitas untuk bersaing dengan SDM regional, nasional, dan mancanegara. “Kalau mau tersingkir, silakan cuek (dengan pendidikan anak), itu risiko sendiri,” ucapnya.

Ia sendiri heran dengan rendahnya tingkat pendidikan warga Jawa Barat yang mengenyam pendidikan

hingga perguruan tinggi. Padahal, jumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta terbanyak berada di Jawa Barat.

“Heran saya, terbesar, terbanyak perguruan tinggi di Jawa Barat, tapi angka partisipasi pendidikannya terendah dibandingkan Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Banten sekalipun,” sesalnya.

Wagub Jabar Deddy Mizwar Hadiri Metamorfosa iNews Indonesia Awards 2017

Demiz mengatakan, ada kultur dalam masyarakat di Jawa Barat di mana anak diharuskan bekerja setelah lulus SMA. Bahkan, ada orangtua yang mendorong anaknya bekerja setelah lulus SMP.

Kultur itu yang harus diubah. Pola pikir orangtua harus diberi pemahaman bahwa pendidikan yang tinggi akan sangat bermanfaat untuk masa depan sang anak.

“Persaingan SDM ini sudah enggak bisa dihindari, baik regional maupun global. Kalau mau tersingkir, silakan seperti ini. Kalau enggak (mau tersingkir), mari kita cari ilmu setinggi-tingginya, kita sediakan fasilitasnya,” jelas Demiz.

 

Baca Juga :