Definisi Agama Belum Jelas, Menag Dorong Pembentukan RUU Ini

Definisi Agama Belum Jelas, Menag Dorong Pembentukan RUU Ini

Definisi Agama Belum Jelas, Menag Dorong Pembentukan RUU Ini

Definisi Agama Belum Jelas, Menag Dorong Pembentukan RUU Ini
Definisi Agama Belum Jelas, Menag Dorong Pembentukan RUU Ini

Kementerian Agama (Kemenag) berusaha agar masyarakat Indonesia

bisa lebih saling menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan. Hal itu ditunjukkan dengan pembentukan RUU Perlindungan Umat Beragama.

“Kami ingin mengatur memberikan payung hukum, bagaimana pengaturan agama oleh negara. Konstitusi jelas mengatakan setiap penduduk dijamin kemerdekaannya untuk memeluk agama dan menjalankan agama yang dipeluknya,” ujarnya di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (28/1).

Menurutnya, selama ini definisi agama di Indonesia belum jelas.

Maka, dia ingin ada satu rumusan yang bisa dijadikan pijakan mengenai hal tersebut.

“Apa yang dimaksud agama oleh negara terkait dengan agama. Agama itu yang mana. Ini lah yang sampai sekarang kita belum memiliki rumusan yang disepakati bersama, Agama itu seperti apa. Memang sekarang ada enam agama, tapi kan bukan itu saja. 6 itu oleh UU 1 PMPS 1965 yang banyak dipeluk oleh mayoritas penduduk Indonesia,” tutur dia.

Namun, dia melanjutkan, sejatinya Indonesia memiliki lebih dari enam agama, bahkan banyak terdapat agama lokal. Begitu pula dengan agama yang ada sejak ratusan tahun lalu.

“Lalu yang mana yang akan diakui? Itu pertanyaan klasik juga.

Apakah negara punya hak suatu agama. Ini juga jadi perdebatan klasik. Negara tidak punya kewenangan untuk mengakui itu urusan masing-masing warga negara. Tapi kalau nggak diakui bagaimana negara bisa memfasilitasi kebutuhan umat beragama,” papar Lukman.

Adapun RUU tersebut telah masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional sejak 2015 lalu. “Kami sampai tahun keempat, tahun ketiga tepatnya terus menyiapkan RUU tentang perlindungan umat beragama,” pungkasnya.

 

Baca Juga :