Dewan Pendidikan Kota Bandung Menilai PPDB 2019 Akomodatif
Pendidikan

Dewan Pendidikan Kota Bandung Menilai PPDB 2019 Akomodatif

Dewan Pendidikan Kota Bandung Menilai PPDB 2019 Akomodatif

Dewan Pendidikan Kota Bandung Menilai PPDB 2019 Akomodatif
Dewan Pendidikan Kota Bandung Menilai PPDB 2019 Akomodatif

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bandung, Kusmaeni S. Hartadi menilai skema Penerimaan Peserta Didik Baru

(PPDB) 2019 ini sudah lebih baik. Bahkan, proses penyampaian informasinya pun semakin komprehensif.

“Sudah bagus dan tersosialisasikan kepada stakeholder. Memang ada beberapa keinginan stakeholder tapi kembali pada aturan yang berlaku,” ucap Kusmaeni kepada media di  Bandung, Selasa (21/5/2019).

Kusmaeni mengaku sangat mengikuti proses pembahasan PPDB 2019 sejak awal

. Bahkan ia terlibat dalam pembahasan pembuatan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 13 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah dasar, dan Sekolah Menengah Pertama.

Menurut Kusmaeni, pembuatan perwal tersebut bukan hanya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), namun turut memperhatikan berbagai aspek di lapangan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kalau saya melihat seluruh aspek sudah terakomodirkan. Tapi tentu dalam berbagai hal kita tidak bisa maksimal memenuhi keinginan. Tapi itu sudah lebih banyak mengakomodir,” jelasnya.

Utamanya perihal sistem zonasi. Kusmaeni menilai, dalam proses PPDB 2019 ini sudah lebih baik. Pembagian empat zona wilayah ini bisa membuat penerimaan lebih merata.

“Pertama sistem zonasi, sudah ditentukan bahwa untuk Kota Bandung ada empat zona

. Ini diharapkan bisa mengakomodir seluruh masalah di Kota Bandung,” tambahnya.

Kusmaeni mengaku tidak bisa menjamin dalam proses PPDB 2019 ini bisa menuntaskan persoalan proses penerimaan siswa baru. Namun, setidaknya ada  banyak perbaikan daripada proses PPDB 2018 lalu.

Oleh karenanya, Kusmaeni berharap, semua pihak bisa menaati Perwal Nomor 13 Tahun 2019 ini guna menunjang proses kelancaran PPDB. Adapun jika ditemukan sejumlah kasus baru, dapat menjadi bahan perbaikan untuk proses tahun ajaran mendatang.

 

Baca Juga :