Dua Raka’at sebelum Maghrib

Dua Raka’at sebelum Maghrib

Dua Raka’at sebelum Maghrib

Dua Raka’at sebelum Maghrib
Dua Raka’at sebelum Maghrib

Shalat Sunnat waktu maghrib dilakukan dengan mengerjakan shalat dua raka’at sebelum dan sesudah shalat maghrib dilakukan. Dasarnya ialah hadits Anas bin Malik dan hadits Abdullah bin Mughaffal Muzammil. Khususnya dasar dua raka’at sesudah Maghrib adalah hadits Ummu Habibah mengenai Rawatib Dzuhur.

Hadits Anas Bin Malik

عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ رَسُوْلِ عَلَىعَهْدِ كُنَّانُصَلِّى :قَالَ ض ر مَالِكٍ بْنِ أَنَسِ لِحَدِيْثِ
رَسُوْلُ أَكاَنَ :لَهُ فَقَلَتْ الْمَغْرِبِ صَلاَةِ قَبْلَ الشَّمْسِ بَعْدَغُرُبِ رَكْعَتَيْنِ وَالسَلَّمَ
وَلَمْ يَأْمُرْنَا نُصَلِّيْهِمَافَلَمْ يَرَانَا كاَنَ :قَالَ ؟ صَلاَّهُمَا وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ
(مُسْلِمٌ رَوَاهُ) يَنْهَنَا
Artinya: “Karena hadits Anas bin Malik yang berkata: “Pada masa hidup Nabi Muhammad saw. kami kerjakan dua raka’at sesudah matahari terbenam sebelum shalat Maghrib”. Aku tegur dia: “Adakh Rasulullah saw. sendiri mengerjakan itu?. Jawabnya: “Beliau saw. melihat kami mengerjakan dua raka’at itu, tetapi tidak menyuruh kami ataupun melarang kami””. (Diriwayatkan oleh Muslim).

Hadits Abdullah bin Mughaffal Muzanni

قَبْلَ صَلُّوْا :قَالَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ النَّبِيِّ عَنِ الْمُزَنِىِّ مُغَفَّلٍ بْنِ عَبْدِاللَّهِ وَلِحَدِيْثِ
أَنَّ : وَزَادَ حِبَّانَ وَابْنُ الْبُخَارِيُّ رَوَاهُ )-شَاءَ لِمَنْ : فِىالثَّالِثَةِ قَالَ- الْمَغْرِبِ صَلاَةِ
(رَكْعَتَيْنِ الْمَغْرِبِ صَلَّىقَبْلَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ النَّبِيِّ أَنَّ
Artinya: “Dan karena hadits Abdullah bin Mughaffal Muzanni dari Nabi saw. bersabda: “Kerjakanlah shalat itu sebelum Maghrib”. Lalu pada tiga kalinya beliau mengatakan: “Bagi yang suka ””. (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dengan tambahan bahwa Nabi shalat sebelum Maghrib dua raka’at).

Dua Raka’at sesudah Isya’

Untuk shalat Sunnat Rawatib pada waktu Isya dilakukan dengan mengerjakan shalat dua atau empat raka’at sesudah shalat Isya.dasarnya ialah hadits Ibnu Umar, Ummu Habibah dan Aisyah yang telah dikutip pada bagian terdahulu dan hadits Ashim bin Dlamrah dari Ali ra. serta hadits Zurarah bin Abu Aufa di bawah ini.

Hadits Ashim bin Dlamrah dari Ali ra

وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ رَسُوْلِ كاَنَ :عَلِىٍّقَالَ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ عَاصِمِ لِحَدِيْثِ
(اَبُوْدَاوُدَ اَخْرَجَهُ) اِلاَّالْفَجْرَوَالْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ مَكْتُوْبَةٍ صَلاَةٍ يُصَلِّىفِىإِثْرِكُلِّ
Artinya: “Karena hadits bin Ashim bin Dlamrah dari Ali ra. yang berkata bahwa Rasulullah saw. setiap selesai shalat fardhu selalu mengerjakan shalat dua raka’at, selain Subuh dan Ashar”. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).

Hadits Zurarah bin Abi Aufa

صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ رَسُوْلِ صَلاَةِ عَنْ سُئِلَت عاَئِشَةَ أَنَّ أَوْفَ أَبِى بْنِ زُرَارَةَ لِحَدِيْثِ
يَرْجِعُ ثُمَّ فِىجَمَاعَةٍ الْعِشَاءَ يُصَلِّى كاَنَ :فَقَالَتْ اللَّيْلِ فِىجَوْفِ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ
(أَبُودَاوُدَ رَوَاهُ). وَيَنَامُ فِرَاشِهِ إِلَى يَأْوِى ثُمَّ رَكَعَاتٍ أَرْبَعَ فَيَرْكَعُ أَهْلِهِ إِلَى
Artinya: “Karena hadits Zurarah bin Abi Aufa bahwa Aisyah ra. pernah ditanya tentang shalat Rasulullah saw. di tengah malam, dan ia menjawab: “Adalah beliau shalat Isya berjama’ah, kemudian pulang kepada keluarganya, lalu shalat empat raka’at kemudian masuk ke tempat tidurnya dan tidur””. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/5-rukun-nikah-dalam-islam-yang-harus-diketahui/