Perkebunan

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Persepsi seperti juga sensasi, di tentukan oleh faktor personal dan situasional. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi adalah:

  1. Perhatian, yaitu proses mental ketika stimuli menjadi menonjol. Ketika stimuli menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya lemah. Dan dalam buku yang di tulisnya, perhatian terjadi bila kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita, dan mengesampingkan masukan-masukan melalui alat indera yang lain.
  2. Faktor fungsional, adalah faktor yang berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu, dan hal-hal lain yang semuanya merupakan faktor personal
  3. Faktor struktural berasal semata-mata dari sifat stimuli fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkan pada sistem saraf individu.

2.2.3 Berpikir

  1. Defenisi

Menurut Floyd L. Ruch berpikir merupakan manipulasi atau organisasi unsur-unsur lingkungan dengan menggunakan lambang-lambang sehingga tidak perlu langsung melakukan kegiatan yang tampak. Jadi, berpikir menunjukkan berbagai kegiatan yang melibatkan penggunaan konsep dan lambang sebagai pengganti objek dan peristiwa. Berpikir melibatkan penggunaan lambang, visual atau grafis. Berpikir kita lakukan untuk memahami realita dalam rangka mengambil keputusan, memecahkan persoalan dan menghasilkan yang baru. Memahami realita berarti menarik kesimpulan, meneliti berbagai kemungkinan, penjelasan dari realita eksternal dan internal. Secara singkat, Anita Taylor mendefinisikan berpikir sebagai proses penarikan kesimpulan.

Ada 2 macam berpikir: berpikir Autistis dan berpikir Realistik. Berpikir autistik adalah orang yang melarikan diri dari kenyataan, dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastik. Berpikir realistik disebut juga nalar adalah berpikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata. Floyd L. Ruch menyebutkan 3 macam berpikir realistik: deduktif, induktif dan evaluatif. Deduktif adalah mengambil dua kesimpulan dari dua kenyataan: yang pertama merupakan pernyataan umum. Dalam berpikir deduktif, kita mulai dari hal-hal umum pada hal-hal yang khusus. Berpikir induktif sebaiknya dimulai dari hal-hal khusus kemudian mengambil kesimpulan umum: kita melakukan generalisasi. Ketetapan berpikir induktif bergantung pada memadainya kasus yang dijadikan dasar. Berpikir evaluatif adalah berpikir kritis, menilai baik buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan. Dalam berpikir evaluatif, kita tidak menambah atau mengurangi gagasan. Kita menilainya menurut kriteria tertentu

  1. Berpikir Kreatif

Berpikir menghasilkan metode-metode baru, konsep-konsep baru, pengertian-pengertian baru. Berpikir kreatif harus memenuhi 3 syarat:

  • Kreatifitas melibatkan respon atau gagasan yang baru, atau yang secara statistik sangat jarang terjadi.
  • Kreativitas dapat memecah masalah secara realitis.
  • Kreativitas merupakan usaha untuk mempertahankan insting yang orisinil, memilih dan mengembangkannya sebaik mungkin

Proses berpikir kreatif :

ü  Orientasi: masalah dirumuskan, dan aspek-aspek masalah diidentifikasikan

ü  Preparasi: pikiran berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah

ü  Inkubasi: pikiran beristirahat sebentar, ketika berbagai pemecahan terhadap jalan buntu, tetapi pemecahan masalah terus berlangsung

ü  Iluminasi: masa inkubasi berakhir dan sebuah ilhampun didapat

ü  Verifikasi: tahap terakhir untuk menguji dan secara kritis menilai pemecah masalah yang diujikan pada tahap keempat.

Beberapa faktor secara umum menandai orang-orang kreatif:

  • Kemampuan kognitif: termasuk disini kecerdasan diatas rata-rata, kemampuan melahirkan gagasan-gagasan baru, dan fleksibilitas kognitif
  • Sikap yang terbuka: orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimuli internal dan eksternal. Ia memiliki minat yang beragam dan meluas.
  • Sikap yang bebas, otonom dan percaya pada diri sendiri: orang kreatif tidak senang digiring: ingin menampilkan dirinya semampunya dan semaunya.

baca jgua :