Guru yang Hukum Siswanya Jilati WC Dimutasi Jadi Staf Kecamatan

Guru yang Hukum Siswanya Jilati WC Dimutasi Jadi Staf Kecamatan

Guru yang Hukum Siswanya Jilati WC Dimutasi Jadi Staf Kecamatan

Guru yang Hukum Siswanya Jilati WC Dimutasi Jadi Staf Kecamatan
Guru yang Hukum Siswanya Jilati WC Dimutasi Jadi Staf Kecamatan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai),

Sumatera Utara, Joni Walker Manik menjatuhkan sanksi mutasi (pindah tugas) kepada RM, oknum guru di SD Negeri 104302 Desa Cempedak Lobang, Sei Rampah, Sergai, yang menghukum siswanya dengan menjilati WC sekolah.

Guru RM dimutasi ke Kantor UPT (Unit Pelayanan Terpadu) salah satu Kecamatan di Kabupaten Sergei. “Sudah kita berikan tindakan kepada yang bersangkutan. Kita mutasi dia menjadi staf. Mutasinya per hari ini. Kemarin sore saya langsung yang menandatangani surat mutasinya,”kata Joni, Kamis (15/3/2018).

(Baca Juga: Oknum Guru di Sergai Tega Hukum Siswanya Jilat WC Hingga 12 Kali)

Joni menyebutkan, selain pemutasian, mereka juga menjatuhkan sanksi berupa

penundaan kenaikan pangkat dan jabatan, serta sanksi administratif lainnya.

“(Untuk sanksi itu) Semua ada tahap yang akan kita lakukan,” jelas ‎Joni.

Joni mengaku, saat ini kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 104302 Desa Cempedak Lobang, Sei Rampah, Sergai, sudah berjalan normal seperti biasa. “Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Tapi kita harap ini tidak mengganggu semangat anak-anak untuk terus belajar,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum guru berinisial RM, menghukum siswanya berinisial MBP

karena tak membawa tanah humus (kompos) yang ditugaskan sang guru untuk kebutuhan kebun sekolah. Peristiwa itu terjadi di kamar mandi sekolah tersebut pada 9 Maret 2018 lalu.

Guru RM memaksa MBP menjilati WC sebagai 12 kali. Namun dijilatan keempat, MBP tak tahan dan muntah. Kejadian itu baru diketahui orangtua MBP, setelah rekan MBP melaporkan peristiwa tersebut.

Orangtua MBP pun marah dan langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak sekolah. Mereka lantas meminta agar guru RM dipindahkan dari sekolah tersebut.

 

Sumber :

http://bengawan.uns.ac.id/akhlak-adalah/