Karakteristik Kualitatif

Karakteristik Kualitatif

Karakteristik Kualitatif

Karakteristik Kualitatif
Karakteristik Kualitatif

Suatu laporan keuangan harus memenuhi kualitas tertentu agar bermanfaat bagi penggunanya. Di dalam SAK, bagian Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK), disebutkan beberapa karakteristik kualitatif dari laporan keuangan. Berikut ini karakteristik kualitatif informasi akuntansi yang secara umum digunakan:

  • Dapat dipahami (Understandability): Suatu informasi akuntansi harus dapat dipahami oleh semua penggunanya. Diasumsikan pengguna dari informasi akuntansi adalah pihak-pihakyang memiliki pengetahuan di bidang akuntansi. Namun, karakteristik ini tidak membatasi penyajian informasi yang kompleks dan sulit untuk dipahami, namun bermanfaat untuk pengambilan keputusan.
  • Keandalan (Reliability): Suatu informasi akuntansi harus dapat diandalkan oleh pengguna. Disebut sebagai andal jika informasi tersebut bebas dari informasi yang menyesatkan dan kesalahan material.
  • Relevansi (Relevance): Suatu informasi akuntansi harus relevan untuk pengambilan keputusan. Lebih jelasnya, informasi akuntansi ini harus relevan untuk pengambilan keputusan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
  • Keterbadingan (Comparability): Suatu informasi akuntansi harus dapat diperbandingkan, baik dalam satu entitas antar periode pelaporan, maupun antar entitas, dan antar entitas antar periode.
  • Penyajian yang Jujur dan Wajar (True and Fair Presentation): Suatu informasi akuntansi harus disajikan dengan jujur dan wajar. Penyajian jujur artinya tidak ada informasi yang disembunyikan atau dimanipulasi (jujur), sedangkan penyajian wajar artinya menyajikan informasi keuangan sebagaimana adanya (wajar).

Persamaan Akuntansi dan Debit Kredit

Dasar dari akuntansi adalah persamaan akuntansi. Persamaan akuntansi dibuat untuk menunjukkan sumber dari aset yang dikelola entitas, dan mencerminkan prinsip kesatuan usaha. Pemahaman dalam persamaan akuntansi akan menentukan pemahaman mengenai penjurnalan debit kredit. Oleh karena itu, bagian ini merupakan bagian krusial yang benar-benar harus dipahami dalam mempelajari akuntansi. Berikut ini persamaan dasar akuntansi[3]:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

 

Persamaan di atas menunjukkan kondisi awal ketika entitas belum melakukan kegiatan usaha, dan dapat dibaca bahwa, aset (sumber daya) yang dikelola entitas asalnya dari; liabilitas (kewajiban kepada kreditur) dan ekuitas (kewajiban kepada pemilik). Dengan kata lain, dari sisi kreditur, liabilitas adalah hak kreditur atas aset entitas, sedangkan dari sisi pemilik, ekuitas adalah hak pemilik atas aset entitas. Persamaan ini menggunakan urutan liabilitas lebih dahulu daripada ekuitas, karena dalam konsep bisnis, kreditur memiliki hak untuk menagih miliknya lebih dulu daripada pemilik. Sebagai contoh, dalam kebangkrutan, entitas harus mengembalikan hak milik kreditur terlebih dahulu. Konsep ini membuat ekuitas juga dapat didefinisikan sebagai hak residual pemilik, atau disebut juga hak pemilik atas aset bersih (Aset – Liabilitas = Ekuitas). Selain itu, ekuitas dalam persamaan dasar ini sama dengan modal yang disetorkan oleh pemilik (Ekuitas = Modal).

Dalam akuntansi, ruas kiri dari persamaan disebut sebagai debit dan ruas kanan persamaan disebut sebagai kredit. Istilah debit berasal dari Bahasa Latin dẽbẽre (kata kerja) yang artinya adalah ‘mengutang’ atau meminjam. Sedangkan istilah kredit berasal dari Bahasa Latin crẽdere (kata kerja) yang artinya adalah mempercayai.

Baca Juga :