Kelurahan Cipaku Sabet Penghargaan dari Kementerian LHK

Kelurahan Cipaku Sabet Penghargaan dari Kementerian LHK

Kelurahan Cipaku Sabet Penghargaan dari Kementerian LHK

 

Kelurahan Cipaku Sabet Penghargaan dari Kementerian LHK

Kampung Legok Muncang

Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bogor menerima penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Jakarta, Rabu (24/10/2018). Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi Kelurahan CIpaku dalam pengembangan Program Kampung Iklim (Proklim) yang melibatkan peran aktif warga.

Ya, isu perubahan iklim mulai menjadi perhatian banyak pihak baik di tingkat lokal, nasional hingga internasional. Berbagai kejadian terkait dengan kondisi iklim yang tidak menentu seperti banjir, kekeringan, longsor, gelombang tinggi, dan peningkatan muka air laut semakin sering terjadi dengan intensitas yang semakin meningkat.

Kondisi tersebut disikapi oleh kelompok masyarakat di Kampung Legok Muncang

Cipaku, dengan memperkuat aksi nyata di tingkat lokal yang dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca serta upaya adaptasi untuk meningkatkan kapasitas seluruh pihak dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) RW 15, Amiharja, mengaku bersyukur atas penghargaan yang didapat oleh ia bersama warga yang membantu dalam pengembangan Kampung Iklim.

“Alhamdulillah upaya kami selama ini bisa mendapatkan apresiasi di tingkat nasional. Intinya, penghargaan ini merupakan buah dari proses yang dilakukan warga Kampung Legok Muncang,” ungkap Amiharja di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Ia menambahkan, sejumlah kegiatan yang pro lingkungan aktif dilakukan di wilayahnya tersebut. “Kita banyak kegiatan, seperti pengelolaan sampah, lubang biopori, penghijauan, perlindungan mata air, rumah kompos dan lain sebagainya,” jelas dia.

Sebelum ada peran serta dari warga sekitar, kata Amiharja, di wilayah tersebut sampahnya tidak terkelola dengan baik. Bahkan, sebagian besar warga masih membuang sampah di sungai. “Kemudian kita mendapatkan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor untuk membuat tempat pengelolaan sampah. Alhamdulillah sekarang sungainya bersih, lingkungan bersih. Bahkan sudah bisa dimanfaatkan untuk rafting dan sarana edukasi bagi pelajar. Jadi ada nilai ekonomisnya buat kesejahteraan warga sekitar,” jelasnya.

Di tempat yang sama

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Elia Buntang mengatakan, faktor utama berhasilnya program kampung iklim di wilayah tersebut adalah keterlibatan masyarakat.

“Kita akan terus kembangkan ke kampung lainnya. Saat ini baru ada di sekitar 7 kelurahan yang sedang berjalan terkait Program Kampung Iklim,” ujarnya.

Sementara itu

Menteri LHK Siti Nurbaya meminta kepada pemerintah dan pemerintah daerah, untuk terus melakukan fungsi pembinaan dan pendampingan langsung kepada pelaksana ProKlim, berkolaborasi dengan berbagai pihak pendukung.

Menteri Siti juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Daerah yang telah menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Nasional melalui langkah nyata pelaksanaan program pengendalian perubahan iklim di wilayah kerjanya.

Ke depan, pemerintah dan pemerintah daerah diharapkan dapat mengintegrasikan perubahan iklim dalam dokumen rencana pembangunan yang komprehensif, dengan mempertimbangkan tingkat kerentanan dan kondisi lokal.

Artikel terkait: