Kisah Musailamah Al-Kadzab Dengan Beberapa Sahabat

Kisah Musailamah Al-Kadzab Dengan Beberapa Sahabat

Kisah Musailamah Al-Kadzab Dengan Beberapa Sahabat

 

Kisah Musailamah Al-Kadzab Dengan Beberapa Sahabat
Kisah Musailamah Al-Kadzab Dengan Beberapa Sahabat

Riwayat

Sebagimana telah diriwayatkan suatu ketika Musailamah pernah managkap dua sahabat Nabi, dan Musailamah bertanya kepada satu di antara keduanya apakah kamu bersaksi bahwa Nabi adalah utusan Allah? Maka dia menjawab ia benar, dan apakah kamu bersaksi bahwa aku juga adalah utusan Allah? Dia menjawab ya, dari ucapanya ini sehingga dia dibebaskan. Dan kemudaian Musailamah memanggil yang satunya dan menayakan kepada nya apakah kamu bersaksi bahwa Nabi Muhamad adalah utusan Allah? Dia menjawab ya, dan apakah kamu bersaksi bahwa aku utusan Allah? Dia menjawab aku tidak meyakini anda seorang Nabi, ia ucapkan sampai tiga kali, maka dengan ucapanya ini akhirnya dia dibunuh, dan akhirnya peristiwa itu disampaikan kepada Rasulullah dan Rasulullah berkata bagi sahabat yang terbunuh maka dia telah melakukan kejujuran dan melakukan apa yang sudah menjadi keyakinanya maka dia telah mendapatkan keutamaan maka selamat baginya, adapun bagi yang dibebaskan dia telah memanfaatkan keringanan dari Allah swt dan dia tidak berdosa”

Apakah diperbolehkan bagi kaum muslimin untuk meminta pertolongan kepada orang kafir selain dalam peperangan?
Para ulama’ berdasarkan dengan ayat ini maka mereka memberikan kesimpulan bahwasanya tidak diperbolehkan bagi kaum Muslimin untuk membantu orang-orang kafir dalam urusan kaum muslimin apapun bentuknya baik itu amal, atau dia menjadi pembantunya, dan begitu juga tidak diperbolehkan menghormatinya, dengan ketika dia datang kemudian berdiri untuk menghargainya, bahkan kita diperintahkan untuk menghinakan mereka sebagai mana dalam firman-Nya:

إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

“sesungguhnya orang musyrik itu najis”

Al-Jashash berkata,“Dilihat dari konteks ayat diatas menunjukkan bahwa tidak ada perwilayahan dalam hal apapun bagi orang kafir terhadap muslim. Pendapat ini dirajihkan oleh firman Allah swt :
“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

Bolehkah mengadakan interaksi dengan orang yang suka melakukan keburukan dan kejahatan?

Diperbolehkan melakukan interaksi dengan orang-orang yang suka melakukan keburukan dan kejahatan, karena ini tidak masuk kepada berwali yang diharamkan, karena Rasulullahpun beliau berinteraksi dengan orang-orang fasiq dan jahat beliau berkata :”Sesungguhnya kita berbaik-baik dengan mereka sesungguhnya hati kita melaknat mereka”, dan ada sebagian Ulama’ yang mengatakan :”boleh berinteraksi dengan orang yang Fajir ketika itu semua tidak membahayakan diri dan membahayakan ushul-ushul agama, adapun apabila itu membahayakan agama maka tidak diperbolehkan atau ikut dalam kejahatanya itu, seperti membunuh, mencuri, bersaksi palsu dan lain-lain.

Baca Juga: