Komunikasi Interpersonal
Pendidikan

Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal

Kata komunikasi itu sendiri berasal dari bahasa latin ‘communicatio’ yang artinya ‘pergaulan’, ‘persatuan’, ‘peran serta’, dan ‘kerjasama’. Komunikasi sebagai suatu proses pengiriman dan penyampaian pesan baik berupa verbal (kata-kata) maupun non verbal (gerakan) oleh seseorang kepada orang lain untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku baik secara lisan maupun melalui media. Komunikasi interpersonal atau biasa disebut dengan komunikasi antar pribadi adalah komunikasi yang dilakukan dua orang atau lebih dengan interaksi secara tatap muka ataupun bermedia, dan biasanya hubungan timbal balik langsung diketahui dan efeknya juga dapat diketahui. Menurut Tubbs dan Moss komunikasi interpersonal biasanya bersifat diadik, mencakup semua jenis hubungan manusia, mulai dari hubungan yang paling singkat dan biasa, yang seringkali diwarnai oleh kesan pertama hingga hubungan yang paling mendalam dan langgeng.

Pengertian komunikasi interpersonal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dalam arti luas dan sempit. Komunikasi interpersonal dalam arti luas adalah interaksi antara dua orang atau lebih tanpa mempersoalkan kenal atau tidaknya dengan lawan bicara, dan terjadi dalam segala aturan kehidupan sosial. Salah satu ciri yang menandai telah terjadinya proses komunikasi interpersonal adalah adanya interaksi yang berarti suatu tindakan yang berbalasan. Dengan kata lain, suatu proses hubungan yang saling mempengaruhi.

Komunikasi interpersonal mempunyai beberapa ciri yaitu: arus pesan dua arah, suasana nonformal, umpan balik segera, peserta komunikasi berada pada jarak yang dekat, dan peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan serta spontan baik verbal maupun nonverbal. Tujuan komunikasi interpersonal adalah: menemukan diri sendiri, menemukan dunia luar, membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti, berubah sikap dan tingkah laku, untuk bermain dan kesenangan. Fungsi komunikasi interpersonal adalah untuk mendapatkan respon atau umpan baik yang sebagai salah satu tanda efektivitas proses komunikasi

2.2 Komunikasi Interpersonal Sebagai Sistem

Sistem adalah suatu agregasi atau kumpulan objek-objek yang terangkai dalam sebuah pola interaksi dan saling ketergantungan yang teratur. Ada lima unsur utama yang terdapat dalam sistem:

  1. Elemen-elemen atau bagian-bagian
  2. Adanya interaksi atau hubungan antarelemen atau bagian
  3. Adanya sesuatu yang mengikat elemen-elemen atau bagian-bagian tersebut menjadi suatu kesatuan
  4. Terdapat tujuan bersama sebagai hasil akhir
  5. Berada dalam suatu lingkungan yang kompleks

Ada tiga komponen sistem yaitu: input, proses (pengolah) dan output. Input merupakan komponen penggerak, proses (pengolah) merupakan sistem operasi, output menggambarkan hasil kerja sistem.

Komunikasi interpersonal sebagai suatu sistem, berarti apabila dikaji secara seksama dalam proses komunikasi itu juga terdapat komponen input, proses, dan produk. Input adalah komonen penggerak, sumberdaya awal yang menggerakkan proses komunikasi interpersonal. Elemen input yang juga menggerakkan proses komunikasi interpersonal ialah adanya persepsi interpersonal dan konsep diri. Komponen proses berarti proses komunikasi interpersonal itu sendiri.

Togar M. Simatupang menyebutkan ada dua macam sistem yaitu sistem alamiah dan buatan. Sistem alamiah adalah sistem yang telah terbentuk dengan sendirinya yang dapat ditemui di alam bebas (misalnya sistem ekologi, tata surya) sedangkan sistem buatan adalah sistem yang diciptakan dan dikendalikan untuk tujuan tertentu. Dengan demikian, komunikasi interpersonal termasuk sistem buatan, dengan alasan: adanya sistem komunikasi interpersonal karena direncanakan dan diciptakan sebagai upaya untuk transaksi informasi, dan dalam aktivitasnya, sistem komunikasi interpersonal dkendalikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi

sumber :
https://erdf-masters-kart.com/truck-simulator-usa-apk/