KUD (Koperasi Unit Desa)
Pendidikan

KUD (Koperasi Unit Desa)

KUD (Koperasi Unit Desa)

KUD (Koperasi Unit Desa)
KUD (Koperasi Unit Desa)

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian menyebutkan bahwa koperasi Indonesia adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Untuk itu koperasi perlu dibina secara profesional baik dalam bidang organisasi maupun dalam bidang mental dan usaha. Prediksi akan keberlanjutan usaha sangat penting bagi manajemen untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebangkrutan, karena kebangkrutan menyangkut terjadinya biaya-biaya, baik biaya langsung maupun biaya tidak langsung.
Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan salah satu pilar perekonomian yang berperan penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Namun, sejak dikeluarkan Inpres No. 18 Tahun 1998, KUD tidak lagi menjadi koperasi tunggal di tingkat kecamatan. Program-program pemerintah untuk membangun masyarakat pedesaan, seperti distribusi pupuk, benih, dan pengadaan gabah, yang awalnya dilakukan melalui KUD selanjutnya diserahkan pada mekanisme pasar. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan lebih dari 5.400 KUD di Indonesia secara umum mengalami penurunan kinerja dan tidak sedikit yang hanya tinggal papan nama. Meskipun demikian, tidak sedikit pula KUD yang bertahan, bahkan berkembang.
Eksistensi koperasi unit desa (KUD) dalam era persaingan bebas saat ini terbukti masih tetap kokoh dan kompetitif menghadapi para pelaku bisnis di kalangan swasta maupun lembaga usaha lainnya.

Hal itu disebabkan KUD masih memiliki jaringan kuat di perdesaan, melalui layanan terhadap petani serta masyarakat umum yang didukung manajemen yang baik dan profesional.
Eksistensi koperasi unit desa (KUD) dalam era persaingan bebas saat ini terbukti masih tetap kokoh dan kompetitif menghadapi para pelaku bisnis di kalangan swasta maupun lembaga usaha lainnya.

Baca Juga :