LARANGAN MENGANGKAT PEMIMPIN ORANG KAFIR

LARANGAN MENGANGKAT PEMIMPIN ORANG KAFIR

LARANGAN MENGANGKAT PEMIMPIN ORANG KAFIR

LARANGAN MENGANGKAT PEMIMPIN ORANG KAFIR
LARANGAN MENGANGKAT PEMIMPIN ORANG KAFIR

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali[1] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali Karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan Hanya kepada Allah kembali (mu). Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui”. Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Sebab Turunya Ayat (asbabul nuzul)

Ayat ini turun berkaitan dengan orang yang beriman (Al-Hajjaj bin Amr), yang mempunyai teman orang-orang Yahudi yaitu Ka’ab bin Al-Asyraf (pemuka Yahudi yang terkenal sebagai penafsir), Ibnu Abi Haqiq dan Qais bin Zaid kemudian ada beberapa sahabat (Rifa’ah bin Al-Mundzir, Abdullah bin Zubair dan Sa’ad bin Khattamah) yang berkata :”Jauhilah mereka dan kalian harus berhati-hati karena mereka nanti akan memberi fitnah kepada kalian tentang agama kalian dan kalian akan tersesatkan dari jalan kebenaran, para sahabat yang laianya mengabaikan nasehat tersebut begitu saja, dan mereka masih tetap memberi sedekah kepada orang-orang Yahudi dan bersahabat dengan mereka, maka turunlah ayat ”[3]
Diriwayatkan oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya dari Ibnu Abas berkata bahwasanya ayat ini turun kepada Ubadah bin Shamit Al-Anshari Al-Badariyi , bahwasanya beliau mempunyai beberapa sahabat orang Yahudi dan ketika Nabi keluar bersama para sahabatnya untuk berperang (Ahzab) Ubadah berkata kepada Rasulullah “wahai Nabi Allah aku mambawa lima ratus orang Yahudi mereka akan kelur bersama ku dan akan ikut memerangi musuh maka turunlah ayat.

Penjelasan Kata

لَا يَتَّخِذِ :Tidak menjadikan
أوليآء : Kata Auliya’ adalah bentuk jama’ dari kata waly. Yakni janganlah menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin (juga teman dekat), dan jangan memberikan loyalitas kepada mereka dengan memberi pertolongan, menyatakan kecintaan dan dukungan (dalam masalah agama)
فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ : Yakni Allah swt berlepas diri darinya, maka ia akan celaka
تُقَاةً : Melindungi diri dengan menggunakan lisan (ucapan) yaitu kata-kata yang dapat melunakkan sikap orang dan menjauhkan permusuhan
وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ : Allah swt memberi peringatakan dan kewaspadaan kepadamu terhadap siksaan-Nya yaitu jika kamu berbuat maksiat kepada-Nya

Baca Juga: Sifat Allah

Makna Ayat Secara Umum

Allah swt melarang hamba-hambanya dari orang-orang yang beriman mengambil orang-orang kafir sebagai wali (penolong) atau mendekatkan diri kepada mereka dengan kasih sayang atau kecintaan. Atau membenarkan segala sesuatu yang datang dari mereka untuk mendekatkan diri atau hanya sekedar untuk mengenal mereka. Hal ini dikarenakan tidak diperbolehkan bagi seorang yang beriman mengambil wali dari musuh-musuh Allah swt, sebab tidak masuk akal bagi seseorang untuk menggabungkan antara kecintaan kepada Allah dengan kecintaan kepada musuh-musuh Allah swt. Atau dalam hal ini menggabungkan diantara dua hal yang saling bertentangan. Maka barangsiapa yang mencintai Allah swt, maka ia pasti akan membenci musuh-musuh-Nya.