Pendidikan

Manifestasi Klinis

Manifestasi Klinis

  1. Manifestasi klinis AIDS menyebar luas dan pada dasarnya mengenal setiap system organ
  2. Pneumonia disebabkan oleh protozoa pneumocystis carini (paling sering diremukan pada IDS) sangat jarang mempengaruhi orang sehat. Gejala : sesak nafas, batuk-batuk, nyeri dadar, demam-tidak dapat teratasi dapat gagal nafas (hipoksemia berat, sianosis, takipnea dan perubahan status mental)
  3. Gagal nafas dapat terjadi 2-3 hari
  4. TBC
  5. Nafsu makan menurun, mual, muntah
  6. Diare merupakan masalah pada klien AIDS à tidak diobati dapat ke esophagus dan lambung
  7. Bercak putih dalam rongga mulut à penurunan BB/kaheksia (malnutrisi akibat penyakit kronis, diare, anoreksia, amlabsorbsi gastrointestinal)
  8. Kanker : klien AIDS insiden lebih tinggi à mungkin adanya stimulasi HIV terhadap sel kanker yang sedang tumbuh atau berkaitan dengan defisiensi kekebalan à mengubah sel yang rentang menjadi sel maligna
  9. Sarcoma kaposis à kelainan maligna berhubungan dengan HIV (paling sering ditemukan) à penyakit yang melibatkan endotel pembuluh darah dan limfe. Secara khas ditemukan sebagai lesi pada kulit sebagaian tungkai terutama pada pria. Ini berjalan lambat dan sudah diobati. Lokasi dan ukuran lesi dapat menyebabkan stasis aliran vena, linfedema serta rasa nyeri. Lesi ulserasi akan merusak integritas kulit dan meningkatkan ketidaknyamanann serta kerentanan terhadap infeksi
  10. Diperkirakan 80% klien AIDS mengalami kelainan neurologis à gangguan pada saraf pusat, perifer dan otonom. Respom umum pada system saraf pusat mencakup inflamasi, atropi, demielinisasi, degenerasi dan nekrosis
  11. Herpes zoster à pembentuksn vesikel yang nyeri pada kulit
  12. Dermatitis seboroik à ruam yang difus, bersisih yang mengenai kulit kepala dan wajah
  13. Pada wanita : kandidiasis vagina à dapat berupa tanda pertama yang menunjukkan HIV pada wanita
  14. Masa inkubasi 6 bulan−5 tahun.
  15. Window period selama 6−8 minggu, adalah waktu saat tubuh sudah terinfeksi HIV tetapi belum terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium.
  16. Seseorang dengan HIV dapat bertahan sampai dengan 5 tahun. Jika tidak diobati, maka penyakit ini akan bermanifestasi sebagai AIDS.

2.1.7        Prognosis

Sebagian besar HIV/AIDS berakibat fatal, sekitar 75% pasien yang didiagnosis AIDS meninggal 3 tahun kemudian. Penelitian melaporkan ada 5% kasus pasien terinfeksi HIV yang tetap sehat secara klinis dan imunologis.

2.1.8        Pengobatan dan Pencegahan

Pengobatan pada penderita HIV/AIDS meliputi:

  1. Pengobatan suportif
  2. Penanggulangan penyakit oportunistik
  3. Pemberian obat antivirus
  4. Didanosin (ddl)

Dosis:  2 x 100 mg, setiap 12 jam (BB < 60 kg).

                                      2 x 125 mg, setiap 12 jam (BB > 60 kg).

  1. Zidovudin (ZDV)

       Dosis: 500−600 mg/hari, pemberian setiap 4 jam sebanyak 100 mg, pada saat penderita tidak tidur.

  1. Lamivudin (3TC)
  2. Stavudin (d4T)
  3. ARV (antiretrovirus)

1)        Obat ini dapat memperlambat progresivitas penyakit dan dapat memperpanjang daya tahan tubuh.

2)        Obat ini aman, mudah, dan tidak mahal.

  1. Penanggulangan dampak psikososial
  2. Pencegahan pada penderita HIV/AIDS meliputi:

1)        Menghindari hubungan seks dengan penderita HIV/AIDS.

2)        Mencegah berhubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti.

3)        Menghindari hubungan seksual dengan pecandu narkotika terutama obat suntik.

4)        Melarang orang−orang yang termasuk ke dalam kelompok berisiko tinggi untuk melakukan donor darah.

5)        Memberikan transfusi darah hanya untuk pasien yang benar−benar memerlukan.

6)        Memastikan sterilisasi alat suntik.

2.1.9        Diagnosis AIDS

Bila seseorang mengalami infeksi oportunistik, dimana menunjukkan adanya immunodeficiency (Sel-T 200/mm3) dan menunjukkan adanya antibody yang positif terhadap HIV.

sumber :