Peternak

Mengapa Anak Bebek Sering Mati ? temukan Jawaban nya Disini

Mengapa Anak Bebek Sering Mati ? temukan Jawaban nya Disini

Suatu permasalahan yang sering dihadapi seorang peternak bebek adalah kematian pada tahap awal peternakan yaitu pada pemeliharaan bebek anakan / Dod sampai Bebek berumur 2 minggu. pada tahap ini biasanya peternak bebek harus lebih sedikit ekstra perhatian. kalau tidak bebek akan berpotensi mengalami kematian. untuk menanggulangi hal tersebut semoga pembahasan dibawah ini dapat sedikit membantu.

Hal – hal yang memyebabkan kematian Bebek pada tahap awal (DOD – 2 minggu)

1. Kesalahan kandang brooding

 

Kandang brooding atau yang biasa disebut kandang untuk anakan / DOD merupakan kandang yang diharapkan dapat menggantikan siinduk bebek, seperti halnya induk bebek, kandang brooding diharapkan dapat menghangatkan anak bebek, melindungi sianak bebek dari hujan, menghindarkan sianak bebek dari becek dan juga melindungi anak bebek dari serangan musuh.

 

 

Namun disebabkan banyak faktor diantaranya seperti peternak yang asal – asalan sehingga membuat kandang brooding asal asalan sehingga kandang brooding tidak memenuhi syarat sehingga dapat berakibat fatal pada anakan bebek.

 

 

berikut beberapa akibat yang dapat disebabkan karena kandang brooding tidak memenuhi syarat:

 

  • Anak bebek Kedinginan karena kurangnya penerangan dari lampu, atau bisa juga karena peletakkan lampu tidak menyebar atau hanya pada sudut tertentu saja sehingga menyebabkan anak bebek kedinginan yang biasanya ditandai dengan berkumpulnya anak bebek pada satu sudut tertentu sehingga mereka saling tindih yang menyebabkan anak bebek yang berada di bagian bawah akan mengalami kematian. hal ini dapat diminimalkan dengan cara memberikan efek hangat merata pada kandang brooding yaitu dengan cara memasang lampu tidak hanya satu bisa dua atau tiga dalam satu box, dan mengukur suhu didalam kandang berkisar antara 30 – 32 derajat celcius.
  • Bebek lebih sering terkena penyakit atau juga anak bebek besarnya tidak merata hal ini biasanya disebabkan oleh terlalu sempitnya kandang atau terlalu padatnya populasi bebek sehingga anak bebek lebih rentang terkena penyakit Saluran pernafasan dan penyakit lainnya,dan juga terjadi persaingan antar anak bebek sehingga akan terjadi penindasan terhadap anak bebek yang lemah sehingga menyebabkan anak bebek besar tidak serempak. hal ini dapat dihindari dengan cara membuat populasi anak bebek dalam 100 ekor anak bebek kandang tidak kurang dari 2 meter persegi. atau paling banyak 50 ekor /1 meter persegi.
  • Anak bebek terserang oleh ulat atau bakteri lain bisa juga kedinginan yang disebabkan karena kandang becek. hal ini dapat diusahakan dengan memberikan bahan alas kandang yang berupa kawat ram atau bahan yang tidak menampung air, dan juga dengan memberikan tiang yang agak tinggi pada kandang brooding.
  • Anak bebek diserang pemangsa seperti musang dan Lain – lain, hal ini biasanya disebabkan oleh kandang yang kurang safety atau terbuka sehingga binatang pemangsa mudah untuk mendapatkan anak bebek, hal ini dapat diminimalkan dengan cara membuat kandang bebek tertutup yang tidak bisa di masuki oleh pemangsa.
2. Kesalahan Dalam pemberian Air Minum
Air minum, sering kali / banyak sekali peternak yang melakukan kesalahan dalam memberikan air minum pada anak bebek, sehingga anak bebek kedinginan dan mati, pemeberian air minum diusahakan agar anak bebek hanya dapat meminum air tersebut dengan kata lain hanya digunakan untuk minum saja tidak digunakan untuk kepentingan lain seperti mandi dan bermain, kalau hal ini dibiarkan tentu saja akan menyebabkan badan anak bebek basah sehingga anak bebek mengalami hipotermi sehingga kematian menunggu. ada juga yang disebabkan karena sumber air yang tidak baik sehingga dapat menyebabkan anak bebek keracunan.