Pendidikan

Patogenesis

Patogenesis

HIV menempel pada limfosit sel induk melalui gp120 sehingga akan terjadi fusi membran HIV dengan sel induk. Inti HIV kemudian masuk ke dalam sitoplasma sel induk. Di dalam sel induk, HIV akan membentuk DNA HIV dari RNA HIV melalui enzim polimerase. Enzim integrasi kemudian akan membantu DNA HIV untuk berintegrasi dengan DNA sel induk.

DNA virus yang dianggap oleh tubuh sebagai DNA sel induk, akan membentuk RNA dengan fasilitas sel induk, sedangkan mRNA dalam sitoplasma akan diubah oleh bahan sel induk untuk dilepas sebagai virus HIV lainnya. Mekanisme penekanan pada sistem imun (imunosupresi) ini akan menyebabkan pengurangan dan terganggunya jumlah dan fungsi sel limfosit T.

2.1.4        Penularan

Penyakit ini menular melalui berbagai cara, antara lain melalui cairan tubuh seperti darah, cairan genetalia, dan ASI. Virus terdapat juga dalam saliva, air mata, dan urin (sangat rendah).

Selain melalui cairan tubuh, HIV juga ditularkan melalui:

  1. Ibu hamil
  2. Secara intrauterin, intrapartum, dan postpartum (ASI).
  3. Angka transmisi mencapai 20−50%.
  4. Laporan lain menyatakan risiko penularan melalui ASI adalah 11−29%.
  5. Bayi normal dengan ibu HIV bisa memperoleh antibodi HIV dari ibunya selama 6−15 bulan.
  6. Jarum suntik
  7. Prevalensi 5−10%.
  8. Penularan HIV pada anak dan remaja biasanya melalui jarum suntik karena penyalahgunaan obat.
  9. Transfusi darah
  10. Resiko penularan sebesar 90%.
  11. Prevalensi 3−5%.
  12. Hubungan seksual
  13. Prevalensi 70−80%.
  14. Kemungkinan tertular adalah 1 dalam 200 kali hubungan intim.

2.1.5        Tanda dan Gejala (menurut WHO)

  1. Tanda dan gejala mayor, antara lain:
  2. Kehilangan berat badan (BB) > 10%.
  3. Diare kronik > 1 bulan.
  4. Demam > 1 bulan.
  5. Tanda dan gejala minor, antara lain:
  6. Batuk menetap > 1 bulan.
  7. Dermatitis pruritis (gatal).
  8. Herpes zoster berulang.
  9. Kandidiasis orofaring.
  10. Herpes simpleks yang meluas dan berat.
  11. Limfadenopati yang meluas.
  12. Tanda lainnya
  13. Sarkoma kaposi yang meluas.
  14. Meningitis kriptokokal.

sumer :
http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/05/31/seva-mobil-bekas/