Pemeliharaan Tanaman Belimbing

Pemeliharaan Tanaman Belimbing

Pemeliharaan Tanaman Belimbing

Pemeliharaan Tanaman Belimbing

1) Penjarangan & Penyulaman

Penjarangan & penyulaman dimaksudkan agar buah lebih leluasa berkembang & distribusi makanan hanya utk buah yg dipelihara. Dlm penjarangan ini diusahakan tidak ada buah yg bergerombol atau berdempetan. Satu pohon diperkirakan hanya ada 100 buah belimbing yg dipelihara sampai besar. Penjarangan dilakukan saat buah sebesar 2,5–5 cm, atau 5–10 hari setelah bunga bermekaran.

2) Penyiangan, Pembubunan & Perempalan

Penyiangan, pembubunan & perempalan dilakukan agar tanaman belimbing menghasilkan buah secara produktif, & mendapatkan hasil yg maksimal. Penyiangan dilakukan dengan melakukan pemangkasan utk membentuk tajuk tanaman agar tanaman tidak saling berhimpitan. Hal ini utk mendorong produksi buah & memudahkan pemanenan.

3) Pemupukan

Pemupukan utk 3 bulan setelah tanam adalah 25 kg pupuk kandang ayam dengan 50 gram NPK/pohon. Umur setahun 25 kg pupuk kandang dengan 150 gram NPK/pohon. Umur 2 tahun diberikan 50 kg pupuk kandang & 500 gram NPK/pohon, & umur 3 tahun keatas diberikan 75 kg pupuk kandang dengan 1 kg NPK/pohon. Utk media tanam berupa pot atau tanaman buah dlm pot (tabulampot) pemupukan diberikan pada waktu umur tanaman 1 bulan diberi pupuk dasar berupa campuran urea, TSP atau SP & KCL (2:1:1) sebanyak 20 gr atau 2 sendok makan per pohon (pot). Pupuk tersebut dibenamkan dlm pot.

Setiap sebulan sekali dipupuk dengan pupuk nitrogen ZA sebanyak 10 gr dilarutkan dlm 10 liter air, larutan ini disiramkan pada tanaman belimbing dlm pot hingga tampak cukup basah. Pada tanaman belimbing yg sudah mulai berbunga & berbuah diberi pupuk NPK sebanyak 25–50 gram/pohon (pot)/tahun. Waku pemberian pupuk sebaiknya sebelum tanaman berbunga, setelah berbuah, & seusai panen, sehingga tiap tahun minimal dilakukan pemupukan 3 kali masing-masing 1/3 dosis.

4) Pengairan & Penyiraman

Tanaman belimbing banyak membutuhkan air sepanjang hidupnya. Di daerah yg sepanjang tahun mendapatkan air tentu tidak masalah, namun di daerah yg kering tanaman perlu diberi pengairan & disiram. Sbg indikasi bila tanaman perlu disiram yaitu bila rumput-rumput yg tumbuh dibawah pohon sudah mulai layu. Penyiraman dpt dilakukan dengan cara penggenangan (dileb) atau disiram sampai daerah sekitar tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman ini kurang menyukai air tergenang, perlu diberi sarana drainase & air segera dialirkan ke luar kebun agar tidak menggenang.

5) Waktu Penyemprotan Pestisida

Sbg pencegahan terhadap hama & penyakit tanaman belimbing maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida. Waktu penyemprotan pestisida dilakukan 2 minggu sekali, misalnya dengan ‘Thamaron Super’ yg takarannya disesuaikan dengan dosis yg tertera pada kemasan.

Sumber: https://www.kebun.co.id/