Umum

Penentuan Usia kehamilan (Sarwono,2006)

Penentuan Usia kehamilan (Sarwono,2006)

1)   Diameter kantong gestasi.

Kantong   gestasi (KG)  umumnya mudah mudah terlihat

setelah diameter mencapai 5 mm atau lebih. Pengukuran diameter kantong gestasi sebaiknya dilakukan dalam 3 dimensi, yaitu yaitu jarak kraniokaudal (KK), jarak anteroposterior (AP), dan  jarak tranversal (T). Diameter rata-rata KG adalah :

(KK + AP + T) / 3

(Selanjutnya bila disebut diameter KG, yang dimaksud adalah diameter rata-ratanya).Salah satu cara penentuan usia kehamilan berdasarkan pengukuran diameter KG adalah :

                              Usia kehamialn (minggu) = Diameter KG (cm) + 2,54

                                                                                         0,702

Sebelum diameter KG mencapai KG 25 mm, usia kahamilan secara kasar dapat pula dihitung menurut rumus :

                               Usia kehamilan (hari) = Diameter KG + 30

Penentuan usia kehamilan berdasrkan diameter KG umunya cukup baik sampai usia kehamilan 7 minggu bentuk KG biasanya tidak sirkuker lagi, apalagi bila terjadi kontrksi uterus atau kandung kencing terisi terlalu penuh. Pada keadaan demikian, pengukuran diameter KG menjadi sulit dan tidak akurat lagi. Disamping itu, mulai kehamilan 7 minggu struktur mudigah biasanya mudah dideteksi, sehingga jarak kepala-bokong mudigah dapat diukur dengan lebih mudah. Oleh karena itu setelah kehamilan 7 minggu penentuan usia kehamilan sebaiknya didasarkan atas pengukuran biometri mudigah.

2)   Jarak kepala-bokong (crown-rump length; CRL)

Ukuran jarak kepala-bokong (JKB) paling baik digunakan untuk menentukan usia kehamilan pada trimester I. Diusahakan agar mudigah/janin berada dalam sikap ekstensi, bila perlu mudigah janin dirangsang dulu agar bergerak dengan cara perkusi dinding abdomen ibu. Bila mudigah/janin tetap berada dalam sikap fleksi, hasil pengukuran harus ditambah 5 % sebagai koreksi untuk mendapatkan ukuran yang sebenarnya.

Usia kehamilan (minggu) = JKB (cm)  +  6,5

Setelah usia kehamilan 12 minggu ukuran janin sudah sedemikian panjang mengisi kavum uteri, sehingga janin berada dalam fleksi, dan pengukuran JKB menjadi tidak akurat lagi. Oleh karena itu pengukuran JKB untuk menentukan usia kehamilan sebaiknya tidak dilakukan lagi setelah kehamilan 12 minggu.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/