Pengembangan Koleksi dan Kajian Pemakai
Pendidikan

Pengembangan Koleksi dan Kajian Pemakai

Pengembangan Koleksi dan Kajian Pemakai

Pengembangan Koleksi dan Kajian Pemakai

Sebagai diketahui perpustakaan adalah tempat pengumpulan dan  penyimpanan hasil karya manusia dalam bentuk tercetak, terekam dan lain-lain. Bahan pustaka tersebut antara lain bukul terbitan skripsi, disertasi, pamflet, brosur, klipping, serta bahan-bahan multimedia dan audio visual seperti film, slide, bahan mikro, kaset audio dan video, piringan hitam, Compact Disk CD. Bahan-bahan tersebut merupakan kolesi yang penting yang dapat memperkaya perpustakaan.

Salah satu tugas perpustakaan dalah membangun koleksi yang kuat untuk keperluan pelayanan kepada pemakai.  Seleksi adalah proses pengidentifikasi bahan pustaka yang akan ditambahkan pada telah ada di perpustakaan.

  1. KEBlJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI

Kebijakan pengembangan tersebut menurut Taslimah Yusuf (1996) befungsi sebagai berikut.

  1. Mematuhi kebijakan pemerintah agar tida menyediakan buku-buku yang tidak dianjurkan.
  2. Kebijakan dari instansi induk perpustakaan
  3. Kebijakan untuk menyampaikan persyaratan atau kriteria koleksi
  4. Kebijakan dalam memeriksa koleksi yang tidak diperlukan oleh pemakai karena rusak dangerlu diganti dengan koleksi yang lain.

Menurut Yulia, dkk. (1993 fungsi dari kebijakan pegembangan koleksi ini adalah sebagai berikut :

  1. Pedoman bagi para selektor
  2. Sarana komunikasi
  3. Sarana Perencanaan

Fungsi lain dari kebijakan pengembangan koleksi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Membantu menetapkan metode untuk menilai bahan sebelum dibeli.
  2. Membantu memilih cara terbaik untuk pengadaan, misalnya langsung dari penerbit toko buku atau melalui jobber.
  3. Membantu identifikasi bahan pustaka yang perlu dipindahkan ke gudang atau dikeluarkan dari koleksi.
  1. KAJIAN PEMAKAI

Beberapa istilah yang digunakan untuk menyatakan kajian pernakai perpustakaan ini, antara lain galisis masyarakat (users studies). Kajian pemakai dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana, mengapa, kapan, dan di mana orang mencari informasi dan menggunakan sumber-sumber informasi. Kajian pemakai ini dapat dilakukan secara informal seperti observasi melalui koran dengan memperhatikan berita tentang kegiatan dan kejadian setempat.

Selanjutnya menurut Yulia, dkk. (1993) kajian formal diperlukan karena berikut ini.

  1. Cara informal sering menghasilkan suatu subjektif  karena terbatas apa yang diobservasi oleh satu orang atau kelompok orang tertentu sehingga belum menggambarkan secara keseluruhan.
  2. Penelitian formal lebih sistematis dan dapat menghasilkan gambaran yang lebih menyeluruh dari masyarakat sehingga pustakawan dapat menempatkan apa yang mereka telah ketahui dalam kerangka yang lebih luas dan memungkinkan untuk mengidentifikasi kelompok yang belum terlayani dengan baik.
  3. Untuk mempertanggungjawabkan layanan dan koleksi yang akan dikembangkan dan alokasi dana perpustakaan, diperlukan data yang objektif dan akurat.

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut :

  1. Pelaku Kajian Pemakai

Kajian pemakai dapat dilakukan oleh baik pustakawan.

Hal yang paling baik adalah dikerjakan oleh pihak ketiga, namun ada keterlibatan dari pustakawan sehingga sehingga ada proses pembelajaran bagi pustakawan.

  1. Informasi yang Digerlukandalam Menyusun Kajian Pemakai

Walaupun tujuan masing-masing jenis perpustakaan berbeda namun beberapa data untuk kajian pemakai, relatif sama yaitu historis, geografis, transpor administratif, politik, demografi, ekonomi, komunikasi dan media massa.

  1. Metode yang digunakan untuk Mengumpulkan Data dalam Rangka Melakukan Kajian Pemakai

Metode pengumpulan data dapat dilakukan sebagai berikut.

  1. Mempelajari laporan sumber-sumber statistik, direktori, peta data, dll.
  2. Melakukan wawancara secara informal dengan tokoh masyarakat.
  3. Melakukan wawancara formal dengan anggota masyarakat
  4. Observasi terencana
  5. Kegunaan Kajian Pemakai Dilakukan

Data yang telah terkumpul dianalisis sehingga perpustakaan dapat

memutuskan mana fakta-fakta yaug penting untukt digunakan perpustakaan dalam mengatasi masalah yang dihadapi

  1. PENGADAAN

Tata kerja rutin pengolahan terdiri atas kegiatan pengadaan bahan pustaka (prakatalogan), pengatalogan dan pascakatalogan,

  1. Prakatalogan (Pengadaan Bahan Pustaka)

Tata kerja dalam Pengadaan bahan pustaka (prakatalogan), meliputi kegiatan (a) pemesanan bahan pustaka, dan (b) penerimaan bahan pustaka, baik bahan pustaka yang dipesan maupun bahan pustaka yang tidak dipesan.

  1. Daftar permintaan
  2. Daftar pesanan
  3. Daftar buku dalam proses
  4. Daftar majalah
  5. Buku induk

Buku induk adalah buku yang mencatat bahan pustaka yang masuk.

  1. PROSES PENGADAAN BAHAN PUSTAKA

Tugas setiap perpustakaan adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada setiap penggunanya. Tugas ini dapat dilakukan dengan baik apabila perpustakaan tersebut depat membangun koleksinya dengan baik dan relevan dengan kebutuhan penggunanya sehingga seluruh kebutuhan penggunanya dapat terlayani dengan baik.

Seleksi merupakan proses pengidentifikasian bahan pustaka yang akan ditambahkan pada koleksi yang telah ada di perpustakaan sebelumnya.

  1. Pengadaan Koleksi melalui Pembelian

Di perpustakaan perguruan tinggi pengadaan koleksi melalui pembelian dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung besarnya dana dan asal sumber dana.

Terlepas san cara pengadaan tersebut maka pembelian buku dapat dilakukan melalui berbagai saluran yang ada, yaitu sebagai berikut.

  1. Toko buku.
  2. Penerbit, baik dalam negeri maupun luar negeri.
  3. Agen buku, baik dalam negeri maupun luar negeri.
  4. Cara Pemesanan

Setelah dilakukan verifikasi data maka petugas mempersiapkan kartu pesan yang dibuat rangkap tiga. Dua rangkap dijajarkan dalam daftar pesan, satu rangkap diselipkan pada jajaran kartu katalog. Kartu pesan yang disisipkan pada jajaran kartu katalog berfungsi untuk memberikan informasi bahwa buku tersebut sedang dipesan atau sedang diproses di bagian pengolahan.

  1. Pengadaan Buku melalui Pertukaran

Beberapa bahan pustaka sering tidak bisa diperoleh di toko buku karena memang tidak diperjualbelikan. Bahan-bahan pustaka seperti ini misalnya seperti jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh perguruan tinggi atau lembaga penelitian dan lembaga-lembaga lain

  1. Pengadaan Bahan Pastaka dengan Hadiah

Selain dengan cara pembelian dan tukar-menukar bahan postaka dapat diperoleh dengan cara hadiah. Hal yang penting dalam menerima bahan pustaka hadiah ini adalah perpustakaan harus selalu menyeleksi dengan baik bahan-bahan yang akan diterimanya

  1. Penerimaan

Sesudah bahan pustaka dipesan dan datang ke perpustakaan maka diperlukan prosedur atau langkah-langkah penerimaan bahan pustaka tersebut.  Langkah-langkah tersebut adalah sebagal berikut:

  1. Penerimaan buku .
  2. Penerimaan majalah

Sumber:

https://montir.co.id/photo-editor-pro-apk/