Pengertian Iman Kepada Malaikat – Sifat Malaikat dan Tugasnya

Pengertian Iman Kepada Malaikat - Sifat Malaikat dan Tugasnya

Pengertian Iman Kepada Malaikat – Sifat Malaikat dan Tugasnya

 Pengertian Iman Kepada Malaikat - Sifat Malaikat dan Tugasnya
Pengertian Iman Kepada Malaikat – Sifat Malaikat dan Tugasnya

Pengertian Iman Kepada Malaikat Topik yang menjadi perhatian kita sekarang adalah iman kepada malaikat, yang merupakan salah satu dari rukun iman. Yang dimaksud dengan iman kepada malaikat adalah membenarkan keberadaan mereka, dan mem-benarkan tugas-tugas yang mereka laksanakan di alam ini.

Malaikat adalah salah satu mahluk Allah, yang Dia ciptakan untuk beribadah kepada-Nya, dan mengemban tugas-tugas yang diperintahkan-Nya di alam ini. Allah mengutus para malaikatnya untuk melaksanakan perintah-Nya. Mereka adalah makhluk ghaib. Kita tidak melihat mereka, namun kita beriman dengan keimanan yang teguh yang tidak dapat dipengaruhi oleh keraguan. Yang demikian karena Allah telah mengabarkan kepada kita mengenai mereka, dan demikian juga Rasul-Nya telah mengabarkan kepada kita mengenai mereka, dengan keyakinan yang menyebabkan kita beriman kepada mereka.

Dari Apa Malaikat Diciptakan?

Malaikat diciptakan dari cahaya, sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Allah menciptakan malaikat dari cahaya dan Dia menciptakan jin dari api dan Dia menciptakan manusia dari tanah. Jadi para malaikat diciptakan dari cahaya.

Sifat-Sifat Malaikat:

Malaikat adalah salah satu dari ciptaan Allah dari alam ghaib. Tidak seorang pun yang tahu berapa banyak jumlah mereka, rupa dan keadaan mereka, kecuali Allah.
Diantara Sifat-Sifat Malaikat:
Pertama: Mereka adala tentara-tentara Allah yang paling agung. Allah berfirman:

لَّلُِٖٔ جُيُ دُْ الطَنَا اَّتِ اَِّلأَزِضٔ كََّا الل عَل نِٔاّ حَلِنٔاّ
“Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,.” (QS Al-Fath [48] : 4)

Dan ketika berbicara mengenai penjaga Neraka, Allah berfirman:

Sifat yang pertama: Kekuatan: Allah berfirman: “mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy” (At-Takqwir : 20). adalah pemilik Arsy, yakni Allah . di sini adalah sifat Jibril.

Sifat kedua: Kedudukan: Allah berfirman: “mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy” (At-Takqwir : 21). Ini berarti bahwa dia memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah yang tidak dapat dicapai malaikat lainnya.

Sifat ketiga: Ketaatan: Semua malaikat taat kepada Jibril dengan perintah Allah.

Sifat keempat: Terpercaya: Ini berkenaan dengan wahyu, di mana dia tidak membuat tambahan atau pengurangan atasnya, sebaliknya dia menyampaikannya tepat seperti yang Allah wahyukan kepadanya.

عَوَِٚ أَ تشِعََٞ عَظَزَ
“Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).” (QS Al-Mudatsir [74] : 30)
Dan Allah  berfirman:

مََّا جَعَِل اًَ أصَِحَابَ اليَازٔ إلٔاٖ مَلا ئٓلَِ مََّا جَعَِلَيا عِدََت هَُِ إلٔاٖ فِتِيَ للِرِٖ كَفَسُ اّ
“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir…” (QS Al-Mudatsir [74] : 31)

Ini berarti bahwa ada 19 malaikat penjaga Neraka – mereka memeliharanya, menjaganya, menyalakannya dan ditugasi mengurusi perkaranya.
Ketika salah satu dari orang kafir mendengarkan jumlah malaikat yang menjaga Neraka, dia berkata, seolah untuk mengolok-olok jumlah mereka, “Aku akan mencukupi kalian dari mereka,” – maksudnya jika dia masuk ke dalam Neraka, dia akan melawan mereka, menguasai mereka dan keluar dari Neraka. Dia mengatakan ini untuk mengolok-olok dan menghina, maka Allah membantah mereka dengan firman-Nya:

اًََٗ جَعَوِ اَِ أَػِحَابَ اه اِٖرٔ إٖٔها وًََأ٢لَّٞ
“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat.” (QS al-Mudatsri [74] : 31)
Ini berarti bahwa mereka (para penjaga neraka) tidak berasal dari manusia.
Sehingga apabila orang tersebut mengatakan bahwa dia kuat dan dapat melawan sejumlah manusia, dia tidak akan dapat melawan para malaikat meskipun satu malaikat saja. Allah berfriman: “Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat.” Artinya, kami tidak menjadikannya dari manusia atau jin.

اًََٗ جَعَوِ اَِ أَػِحَابَ اه اِٖرٔ إٖٔها وًََأ٢لَّٞ اًََٗ جَعَوِ اَِ عٔدّٖتَ إٖٔها فٔتِ َِّٞ هوٖذٔٙ كَفَزُ اٗ هَٚشِتَِٚقٔ اهذٖٔٙ أُ تُٗ ا٘ اِهلٔتَابَ َٙٗزَِدَادَ اهذٖٔٙ آ اًَُِ٘ إٔيمَااُّ هََٗا ٙزَِتَابَ
اهذٖٔٙ أُ تُٗ ا٘ اِهلٔتَابَ اَٗه ؤٌُِِ هََٗٔٚقُ يَ٘ اهذٖٔٙ فٔٛ قُوُ ب٘ٔ زًَٖضْ
اَِٗهلَافٔزُ اًَذَا أَرَادَ اهوٖ ب ذََٔا جًََلاّ
“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman

bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” (QS Al-Mudatsir [74] : 31)
Mereka berdusta dan berusaha meremehkan jumlah ini. Bagaimana mungkin Neraka yang demikian besar ini, yang mencakup semua mahluk ini, hanya dijaga oleh sembilan belas malaikat? Allah berfirman:

اًََٗ جَعَوِ اَِ عٔدّٖتَ إٖٔها فٔتِ َِّٞ هوٖذٔٙ كَفَزُ اٗ
“Dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir…” (QS Al-Mudatsir [74] : 31)
Tidak seorang pun mengetahui keagungan malaikat dan tidak ada yang mengetahui apa yang Allah miliki dari para tentara di langit dan di bumi kecuali hanya Allah saja. Baik orang-orang kafir atau pun lainnya tidak ada yang mengetahuinya.
Kedua: para malaikat ini memiliki kedaan fisik yang sangat besar. Allah telah menyebutkan yang demikian dalam firman-Nya:

اِهحَ دٌُِّ هوٖ فَاطٔزٔ اهشٖ اٌَ اَٗتٔ اَِٗهأَرِضٔ جَاعٔىٔ اه وٌََِأ٢لَٞٔ رُسُلاّ أُ هٗٔٛ
أَجِ حَِٕٔٞ جًِٖ َِٟ ثَُٗوَاثَ رَُٗبَاعَ
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.” (QS Fathir [35] : 1).

Ini berarti bahwa ada sebagian malaikat yang memiliki dua sayap, sebagian memiliki tiga sayap dan sebagian lagi empat sayap. Dan juga ada sebagian malaikat yang memiliki sayap lebih dari itu, karena Nabi  melihat Malaikat Jibril dan dia memiliki 600 sayap – setiap sayap memenuhi ufuk. Ini hanya salah satu dari malaikat yang ada. Allah mensifati malaikat Jibril dengan kekuatan yang sangat besar, sebagaimana Allah berfirman:

عَوٖ طَدّٔٙدُّ اِهقُ ٠َ٘
“…yang diajarkan kepadanya oleh (jibril) yang sangat kuat..” (QS An-Najm [53] : 5) Yang dimaksud adalah malaikat Jibril.

ذُ زًٖٕٔٝ فَاسِتَ ٠َ٘
“…yang mempunyai akal yang cerdas; dan (jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.” (QS An-Najm [53] : 6) Ini berarti bahwa Jibril memiliki kekuatan dan rupa yang baik.

Ini adalah salah satu contoh besarnya kekuatan malaikat.

Ada juga Malaikat Israfil , malaikat yang diberi tugas meniup Sangkakala. Yang dimaksud dengan Sangkakala adalah terompet yang akan mengumpulkan ruh Bani Adam (yakni manusia) dari yang pertama sampai yang terakhir. Kemudian Israfil akan meniup Sangkakala satu kali, dan ruh-ruh akan melayang karena tiupan Sangkakala, kembali ke tubuhnya. Ini disebut Tiupan Kebangkitan (Nakhatul Ba’ats). Sebelum itu dia akan meniup Tiupan Kiamat (Nakhatus Sa’ah), sehingga tiap-tiap yang ada di langit dan di bumi akan mati, kecuali siapa yang Allah kehendaki. Allah berfirman:
فَُُٗٔخَ فٔٛ اهؼٗ ر٘ٔ فَؼَعٔقَ فٔٛ اهشٖ اٌَ اَٗتٔ فٔٛ اِهأَرِضٔ إٖٔها طَا ١ اهوُٖٕ

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” (QS Az-Zumar [39] : 68)
artinya kematian. Kemudian dia akan meniup kembali Sangkakala, yang dikenal dengan nama Tiuapan Kebangkitan:
ثُ فٔخَ فٔٚ أُخِزَ ٠ فَإٔذَا قَٔٚا ٙ ظُِزَُْٗ
“Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar [39] : 68)
Ini hanya salah satu dari para malaikat Allah, dan ini hanya salah satu dari tugas yang Allah perintahkan kepadanya. Dengan demikian, malaikat adalah salah satu ciptaan Allah yang agung. Dia mencipatakan para malaikat agar mereka beribadah kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Allah berfirman:

بَىِ عٔبَادْ لًِٗزًََُْ٘ هَا ٙصَِٔبقُ بأِهقَ يِ٘ٔ بأَ زًِٔ ٙعِ وٌََُْ٘ َٙعِوَ اًَ بَِٚ أَٙدِّٔٙ اًََٗ خَوِفَ هََٗا ٙظِفَعُ إٖٔها ه ارِتَضَٟ خَظَِٚتٔ ظًُِفٔقَُْ٘

“Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS Al-Anbiyaa [21] : 26-28).

Inilah gambaran mengenai malaikat.

Para malaikat memiliki tugas. Masing-masing dari mereka memiliki sebuah tugas yang dipercayakan kepadanya, dan dia tidak menunda dalam mengerjakannya. Bahkan dia melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah Allah dan dia tidak durhaka kepada Allah:
عَوَِٚ أَ وًََأ٢لَْٞ غٔوَاظْ طٔدَّادْ ها ٙعِؼُ اهوٖ إًَ أَ زًََ ََٙٗفِعَوُ اًَ ٙؤِ زًََُْٗ
“penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim [66] : 6)

Di antara tugas-tugas mereka:

Pertama: Malaikat yang menjaga Neraka. Mereka dikenal sebagai Penjaga Neraka, yaitu malaikat yang ditugasi menjaga neraka dan menyiksa penduduk neraka.
Kedua: Di antara mereka ada malaikat yang ditugaskan memikul Arsy Allah, sebagaimana firman-Nya:

اهذٖٔٙ ٙحِ ؤٌُ اِهعَزِغَ حَ هِ٘ ٙشَبِحُ بحَ دٌِّٔ رَبِ َُٙٗؤِ ب ََٙٗشِتَػِفٔزُ هوٖذٔٙ آ اًَُِ٘ رَبٖ اَِ سَٗٔعِتَ كُىٖ طَِٛ ١ٕ رٖحِ ٌَّٞ عَٗٔوِ اٌّ فَاغِفٔزِ
هٔوٖذٔٙ تَابُ ا٘
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat…” (QS Al-Mu’min *40+ : 7)
Dan Allah berfirman:

ََٙٗحِ ىٌُٔ عَزِغَ رَبِمَ فَ قَِ٘ ٙ ٣ًَِ٘ٔذٕ ثَ أٌََُْٚٞ
“Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS Al-Haaqah [69] : 17)

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/