Produk Produk Bank Syariah

Produk Produk Bank Syariah

Produk Produk Bank Syariah

Produk Produk Bank Syariah
Produk Produk Bank Syariah

Produk perbankan syariah bisa dibagi menjadi 3 yaitu produk penyaluran dana, produk penghimpunan dana, dan produk jasa yang diberikan bank pada nasabahnya.

Produk Penyaluran Dana

Prinsip Jual Beli (Ba’i)

Jual beli dilakukan sebab adanya pemindahan kepemilikan barang. Keuntungan bank disebutkan di depan, termasuk harga yang dijual. ada 3 jenis jual beli dalam pembiayaan modal kerja dan investasi bank syariah, diantaranya :

Ba’i Al Murabahah yaitu jual beli dengan harga asal ditambah keuntugan yang disepakati antara pihak bank dengaan nasabah, dalam hal ini bank menyebutkan harga barang pada nasabah yang kemudian bank memperlihatkan keuntungan dalam jumlah tertentu sesuai dengan kesepakatan.
Ba’i Assalam yaitu dalam jual beli ini nasabah sebagai pembeli dan pemesan memperlihatkan uangnya di daerah janji sesuai dengan harga barang yang dipesan dan sifat barang telah disebutkan sebelumnya. Uang yang tadi diserahkan menjadi tanggungan bank sebagai peserta pesanan dan pembayaran dilakukan dengan segera.

Ba’i Al Istishna merupakan pecahan dari Ba’i Asslam namun ba’i al ishtishna biasa dipakai dalam bidang manufaktur. Seluruh ketentuan Ba’i Al Ishtishna mengikuti Ba’i Assalam akan tetapi pembayaran bisa dilakukan beberapa kali.

Prinsip Sewa (Ijarah)

Ijarah ialah kesepakatan pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui sewa tanpa diikuti pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa. Dalam hal ini bank menyewakan peralatan pada nasabah dengan biaya yang telah ditetapkan secara niscaya sebelumnya.

Prinsip Bagi Hasil (Syirkah)

Terdapat 2 macam produk dalam prinsip bagi hasil terdapat , yaitu:

Musyarakah yaitu salah satu produk bank syariah dimana terdapat 2 pihak atau lebih yang bekerja sama untuk meningkatkan aset yang dimiliki bersama dimana seluruh pihak memadukan sumber daya yang mereka miliki baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Dalam hal ini seluruh pihak yang bekerja sama memperlihatkan donasi yang dimiliki baik itu dana, barang, kemampuan, maupun aset lainnya. Ketentuan dalam musyarakah yaitu pemilik modal berhak dalam menetukan kebijakan perjuangan yang dijalankan pelaksana proyek.

Mudharabah yaitu kerjasama 2 orang atau lebih dimana pemilik modal mempercayakan sejumlah modal pada pengelola dengan perjanjian pembagian keuntungan. Perbedaan fundamental antara musyarakah dengan mudharabah yakni donasi atas manajemen dan keuangan pada musyarakah diberikan dan dimiliki 2 orang atau lebih, sedangkan pada mudharabah modal hanya dimiliki satu pihak saja.

Produk Penghimpun Dana

Produk penghimpunan dana dalam bank syariah mencakup giro, tabungan dan deposito. Prinsip yang diterapkan dalam bank syariah diantaranya

Prinsip Wadiah
Penerapan prinsip wadiah yang dilakukan adl wadiah yad dhamanah yang diterapkan pada rekaning produk giro. Berbeda dengan wadiah amanah, dimana pihak yg dititipi bertanggung jawab atas keutuhan harta titipan sehingga ia boleh memanfaatkan harta titipan tersebut. Sedangkan pada wadiah amanah harta titipan tidak boleh dimanfaatkan oleh yang dititipi.

Prinsip Mudharabah
Dalam prinsip mudharabah, penyimpan atau deposan bertindak sebagai pemilik modal sedangkan bank bertindak sebagai pengelola. Dana yang tersimpan oleh bank dipakai untuk melaksanakan pembiayaan, dalam hal ini jikalau bank menggunakannya untuk pembiayaan mudharabah, maka bank bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin terjadi.

Berdasarkan kewenangan yang diberikan pihak penyimpan, maka prinsip mudharabah dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

Mudharabah mutlaqah yaitu prinsip ini sanggup berupa tabungan dan deposito, sehingga ada 2 jenis yaitu tabungan mudharabah dan deposito mudharabah. Tidak ada pembatasan bagi bank untuk memakai dana yang telah terhimpun.

Mudharabah muqayyadah on balance sheet yaitu jenis simpanan khusus dan pemilik bisa memutuskan syarat-syarat khusus yang harus dipatuhi oleh bank, sebagai rujukan disyaratkan untuk bisnis tertentu, atau untuk janji tertentu.

Mudharabah muqayyadah off balance sheet yaitu penyaluran dana eksklusif pada pelaksana perjuangan dan bank sebagai mediator pemilik dana dengan pelaksana usaha. Pelaksana perjuangan juga biasa mengajukan syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi bank untuk memilih jenis perjuangan dan pelaksana usahanya.

Produk Jasa Perbankan

Selain bisa melaksanakan aktivitas menghimpun dan menyalurkan dana, bank juga bisa memperlihatkan jasa pada nasabah dengan meperoleh imbalan berupa sewa atau keuntungan, jasa tersebut antara lain:

Sharf (Jual Beli Valuta Asing) adalah jual beli mata uang yang tidak sejenis namun harus dilakukan pada waktu yang sama (spot). Bank mengambil keuntungan untuk jasa jual beli tersebut.
Ijarah (Sewa) yaitu aktivitas menyewakan simpanan (safe deposit box) dan jasa tata laksana manajemen dokumen (custodian), dalam hal ini bank mendapatkan imbalan sewa dari jasa tersebut.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html