Pendidikan

 PROSES DAN SARANA PRASARANA

 PROSES DAN SARANA PRASARANA

Aktivitas kegiatan Pendidikan dan Pelatihan

Pendidikan Formal

  • Taman Kanak-Kanak
  • Madrasah Ibdaiyah
  • Madrasah Tsanawiyah
  • Madrasah Aliyah

Jumlah murid seluruhnya 726 (tujuh ratus dua puluh enam) orang. Santri yang mukim hanya untuk tingkat Madarsah Tsanawiyah dan Aliyah sedangkan untuk Taman Kanak-kanak dan Madrasah Ibdaiyah tidak mukim.

Pendidikan Non Formal

  • Kitab Salaf
  • Al Qur’an
  • Bahasa Arab dan Inggris
  • Madrasah Takhasus
  • Thariqah Qadriyah Naksabandiyah dan Alawiyah
  • Majlis Ta’lim

Jumlah jama’ah untuk majlis ta’lim khusus dalam kota yang aktif berjumlah 500 (Lima Ratus) orang sedangkan untuk luar kota berjumlah 3.000 orang.

Selain itu juga ada simpatisan yang selalu menghadiri pengajian-pengajian akbar yang dilaksanakan dilingkungan pondok pesantren berjumlah +3500 (tiga ribu lima ratus) orang.

Beberapa cabang Ilmu yang diajarkan di pesantren Darunna’im seperti: nahwu-sharaf, fiqih, aqa’id, tasawuf, hadits, tafsir, bahasa arab dan lain sebagainya.

  1. Nahwu-Sharaf

Istilah nahwu-sharaf ini mungkin diartikan sebagai gramatika bahasa arab. Keahlian seseorang dalam gramatika bahasa arab ini telah dapat merubah status-keagamaan, bentuk keahliannya yaitu kemampuan mengaji atau mengajarkan kitab-kitab nahwu-sharaf tertentu, seperti al-jurumiyah,al-fiyah,atau untuk tingkat yang lebih tingginya lagi, dari karya ibnu Aqil.

  1. Fiqih

Keahlian dalam fiqih merupakan konotasi terkuat bagi kepemimpinan keagamaan Islam, sebab hubungan yang erat dengan kekuasaan. Faktor ini menyebabkan meningkatnya arus orang yang berminat mendalami dalam bidang fiqih. Umumnya fiqih diartikan sebagai kumpulan hukum amaliah (sifatnya akan diamalkan) yang di syariatkan Islam.

  1. Aqa’id

Aqa’id meliputi segala hal yang bertalian dengan kepercayaan dan keyakinan seorang muslim. Tetapi,  meskipun bidang pokok-pokok kepercayaan atau aqa’id ini disebut ushuludin (pokok-pokok agama), sedangkan fiqih disebut furu (cabang-cabang), namun kenyataannya perhatian pada bidang aqa’id ini kalah besar dan kalah antusias dibanding dengan perahtiaan pada bidang piqih yang hanya merupakan cabang (furu).

  1. Tasawuf

Pemahaman yang berkembang tentang ilmu tasawuf hanya seputar tarikat, suluk, dan wirid. Bahkan dongeng tentang tokoh-tokoh legendaris tertentu, hingga menimbulkan kultusme pada tokoh-tokoh tertentu baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Praktek tasawuf seperti ini banyak diamalkan di Indonesia.

  1. Tafsir

Keahlian dibidang tafsir ini amat diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya penyelewengan-penyelewengan dalam menafsirkan al-qur’an. Peran tafsir sangat urgen dan strategis sekali untuk menangkal segala kemungkinan tersebut.

  1. Hadits

Pondok pesantren menyangkut keahlian dalam hadits jauh relatif kecil bila dibandingkan dengan tafsir. Padahal penguasaan hadits jauh lebih penting, mengingat hadits merupakan sumber hukum agama (Islam) kedua setelah al-qur’an. Keahlian dibidang ini tentu saja amat diperlukan untuk pengembangan pengetahuan agama itu sendiri.

  1. Bahasa Arab

Keahlian dibidang ini harus dibedakan dengan keahlian dalam nahwu-sharaf diatas. Sebab, titik beratnya ialah penguasaan “materi” bahasa itu sendiri, baik pasif maupun aktif. Kebanyakan mereka kurang mengenal lagi kitab-kitab nahwu-sharaf seperti yang biasa dikenal di pondok-pondok pesantren.

sumber :

https://daftarpaket.co.id/seva-mobil-bekas/