Pendidikan

Proses Sensasi

Proses Sensasi

Sistem saraf mengubah pesan-pesan menjadi salah satu kode yaitu kode anatomis. Pertama kali dikenalkan pada 1826 oleh Johannes Muller sebagai doktrin energi saraf spesifik. Menurut doktrin ini, berbagai modalitas sensorik yang berbeda muncul karena sinyal yang diterima oleh organ indera merangsang beragam jalan saraf yang menuju area otak yang beragam pula. Sinyal dari mata menyebabkan impuls berjalan sepanjang saraf optik menuju ke korteks visual. Sinyal dari telinga menyebabkan impuls berjalan dari saraf auditoris menuju ke korteks auditoris. Gelombang suara dan cahaya menghasilkan sensasi berbeda karena adanya perbedaan anatomi ini.

Sensasi mengacu pada pendeteksian dini terhadap stimuli. Serta sensasi merupakan unsur-unsur pengalaman panca indera yang disebabkan rangsangan diluar manusia yaitu cahaya, suara, bau, dan sebagainya. Sistem sensorik memiliki keterbatasan kemampuan menerima sensasi sehingga dengan sendirinya pengetahuan kita tentang dunia pun terbatas. Konsep mengenai proses perseptual bahwa pendeteksian dan penginterpretasian sinyal-sinyal sensori ditentukan oleh energi stimuli yang dideteksi oleh sistem-sistem sensorik dan oleh otak dan hasil proses disimpan di memori dalam bentuk pengetahuan yang akan digunakan dalam suatu kejadian nyata.


  1. Aplikasi Sensasi

Pikiran manusia menginterpretasikan semua sensasi yang masuk dalam pikiran seseorang selalu dipandang memiliki prinsip stuktur tertentu. Artinya, pengenalan terhadap suatu sensasi tidak secara langsung menghasilkan suatu pegetahuan, tetapi terlebih dahulu menghasilkan pemahaman terhadap struktur sensasi tersebut. Pemahaman terhadap struktur sensasi atau masalah itu akan memunculkan pengorganisasian kembali kedalam konteks yang baru dan lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami atau dipecahkan. Kemudian akan terbentuk suatu pengetahuan baru.

sumber :
https://superhackemail.com/tahu-bulat-apk/