Raffi Ahmad dan Artis Lain Kapok Kemplang Pajak Mobil Mewah

Raffi Ahmad dan Artis Lain Kapok Kemplang Pajak Mobil Mewah

Raffi Ahmad dan Artis Lain Kapok Kemplang Pajak Mobil Mewah

Raffi Ahmad dan Artis Lain Kapok Kemplang Pajak Mobil Mewah
Raffi Ahmad dan Artis Lain Kapok Kemplang Pajak Mobil Mewah

Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta mengungkap kalangan artis kapok

menunggak pajak mobil mewah. Dari data ratusan mobil mewah yang belum dibayar pajaknya saat ini disebut tak tampak yang dimiliki artis.

BPRD mencatat pada periode tahun ini sebanyak 1.500an Pajak Kendaraan Bermotor mobil mewah belum terbayar. Jumlah itu kemudian menyusut menjadi 1.100an unit atau senilai Rp37 miliar.

Lihat juga:Ratusan Mobil Mewah di DKI Nunggak Pajak Gunakan KTP Siluman
Mobil mewah yang belum dibayar pajaknya itu berasal dari berbagai merek, yaitu yakni Aston Martin, Audi, Bentley, BMW, Cadillac, Ferarri, Hummer, Infiniti, Jaguar, Lamborghini, Jeep, Mercedes-Benz, hingga Lexus. Estimasi harga setiap mobil ini setidaknya di atas Rp1 miliar.

Mobil mewah seperti jenis sport, supercar atau eksotis diminati kalangan artis yang bergelimang harta. Ketimbang jadi alat transportasi harian, barang eksklusif ini lebih punya arti sebagai simbol status dan meningkatkan popularitas.

“Artis sepertinya hampir semua melakukan pembayaran. Nah 2019 ini hampir

tidak nampak artis nunggak,” kata Kepala Unit PKB BBNKB Jakarta Selatan Khairil Anwar di Polda Metro Jaya, Rabu (4/12).

Lihat juga:DKI Kejar Perusahaan Pengemplang Pajak Ferrari Rp129 Juta

Khairil mengatakan banyak artis kapok karena jadi target skema door-to-door petugas pajak.

Dalam skema ini petugas pajak mendatangi langsung rumah penunggak untuk membicarakan pajak mobil mewah dan bisa jadi membawa media untuk diliput.

Salah satu artis yang pernah terjerat, yaitu Raffi Ahmad. Raffi diketahui punya 13 unit mobil mewah dengan nilai jual per unit di atas Rp1 miliar. Khairil menambahkan prioritas BPRD dalam skema door-to-door yaitu pada seseorang yang punya lebih dari satu unit mobil mewah.

“Kemudian kami lihat banyaknya kendaraan yang belum perpanjang STNK. Nah itu yang kami sasar Lebih dahulu. Jadi skala prioritas,” ucap Khairil.

 

Baca Juga :