Sarana Budidaya Ikan Cupang Hias

Sarana Budidaya Ikan Cupang Hias

Sarana Budidaya Ikan Cupang Hias

Sarana Budidaya Ikan Cupang Hias
Sarana Budidaya Ikan Cupang Hias

Keberhasilan budidaya cupang hias, sebagaimana budidaya ikan hias pada umum nya, sangat tergantung pada pemilihan atau penyeleksian induk yang akan digunakan. Selama proses perawatan ini, hal yang perlu menjadi perhatian serius adalah pemberian menu pakan dan penggantian air.

Sarana perawatan induk

Pakan yang harus diberikan sebaiknya berupa jentik nyamuk. Kelebihan jenis pakan ini adalah mampu merangsangan kematangan sel telur, pertumbuhan lebih stabil, dan warna tubuhnya lebih cemerlang. Penggantian air dapat dilakukan dengan jalan penyifonan.

Penyifonan bertujuan untuk membuang kotoran-kotoran yang ada dalam akuarium,  dan selanjutnay mengganti air yang terbuang dengan air yang baru yang telah disiapkan sebelumnya. Kegiatan ini harus dilakukan minimal 2 hari sekali. Air yang diunakan sebagai media pemeliharaan dan perawatan induk ini merupakan campuran air bersih dan air rebusan daun ketapang. Komposisi yang disarankan adalah 1:10. Tambahkan pula kedalamnya garam dapur sebanyak setengah sendok the. Sebelum digunakan, sebaiknya air tersebut diendapkan kurang lebih selama 24 jam.

Sarana pemijahan

Dalam budidaya cupang hias wadah yang lazim digunakan adala akuarium. Selain factor efisiensi, akuarium juga lebih praktis dan murah. Akuarium selain paraktis dibuat dan dapat dibeli siap pakai, penyusunannya pun tidak memakan rempat yang luas. Akuarium dapat disusun bertingkat dengan bantuan rak sederhana.

Penempatannya bisa dimana saja, dipekarang samping, depan, atau belakang rumah, bahkan di dapur atau ruang tamu sekalipun. Ukuran akuarium yang digunakan sebagai wadah pemijahan minimal dua kali ukuran akuarium soliter. Satu hal yang pasti, akuarium pemijahan ini harus dilengkapi penutup untuk menghindari debu atau ukuran pada saat pemijahan telah berlangsung. Penutup samping perlu juga disiapkan agar pada saat proses pemijahan, kedua induk tidak terganggu sehingga pemijahan dapat berlangsung dengan baik.

umpan ikan mas – Sarana lain yang harus disiapkan adalah sifon yang memiliki selang dengan diameter kecil. Alat ini akan digunakan untuk membersihkan kotoran pada saat proses pemijahan berlangsung. Khususnya kotoran yang berasal dari dad induk. Sebab keberhasilan air sangat menentukan keberhasian penetasan telur, kualitas dan kuantitas burayak, dan tingkat kematian burayak akibat serangan penyakit. Selang dengan diameter kecil akan mengurangi kemungkinan rusak atau tersedotnya telur yang ada. Kualitas air yang digunakan sebagai media pemijahan sama seperti media perawatan induk.

Sarana pendederan dan pembesaran burayak

Sarana pendederan yang dapat digunakan adalah akuarium, bak fiberglass drum bekas, paso, ember, atau bak semen. Penempatannya  harus diusahakan di tempat  terbuka dan cukup mendapatkan sinar matahari. Untuk mengurangi panas dan menjaga temperature wadah tetap stabil, tanaman air seperti eceng gondok atau siambang dapat digunakan.

Sebaiknya ukuran bak pendederan yang digunakan cukup besar atau disesuaikan dengan jumlah burayak yang berhasil ditetaskan, misalnya bila menggunakan bak fiberglass 1m x 1m x 0,5m, sehingga burayak-burayak cupang hias dapat lebih berkembang dengan baik. Ketinggian air yang digunakan adalah ¾ dan ketinggian bak. Kuialitas air yang digunakan sebagai media sama seperti ada perawatan induk maupun pemijahan.

Sementara itu, wadah pembesaran yang digunakan setelah pemeliharaan dan perawatan dalam bak pendederan adalah akuarium solietr atau stoples yang harus disesuaikan dengan usia cupang hias tersebut. Namun satu hal yang patut diingat, makin besar wadah pemeliharaan makin optimal pula perkembangan cupang hias tersebut. Tentu saja, pemelihaarn dalam akuarium soliter atau stoples tersebut dikhususkan untuk cupang hias jantan.

Untuk cupang hias betina hanya yang benar-benar disiapkan jadi induk saja yang ditempatkan secara soliter, sementara yang lainnya dapat ditempatkan bersama-sama dalam satu wadah. Sama seperti pada perawatan induk, untuk penggantian air sebagai media pemeliharaan dapat digunakan sifon dengan selang berdiameter besar.  Penggunaan dan cara penggantian airnya sama seperti pada perawatan induk. Sementara itu, pemberian menu pakan kepada cupang hias selama proses pembesaran harus disesuaikan denagn kebutuhan dan kesukaan cupang hias tersebut sehingga perkembangan tubuh, sirip-sirip, dan warnanya lebih optimal.