Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia
Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.

Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Terobosan penting terjadi ketika pada pertengahan abad ke-19 Raja Ali Haji dari istana Riau-Johor (pecahan Kesultanan Melaka) menulis kamus ekabahasa untuk bahasa Melayu

Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang full-fledged, sama tinggi dengan bahasa-bahasa internasional pada masa itu, karena memiliki kaidah dan dokumentasi kata yang terdefinisi dengan jelas.

Hingga akhir abad ke-19 dapat dikatakan terdapat paling sedikit dua kelompok bahasa Melayu yang dikenal masyarakat Nusantara: bahasa Melayu Pasar yang kolokial dan tidak baku serta bahasa Melayu Tinggi yang terbatas pemakaiannya tetapi memiliki standar. Bahasa ini dapat dikatakan sebagai lingua franca, tetapi kebanyakan berstatus sebagai bahasa kedua atau ketiga.

Ternyata perkembangan bahasa melayu di seluruh Nusantara semakin mendorong dan mempengaruhi tumbuhnya semangat nasionalisme bangsa Indonesia

Perkumulan antar pemuda pada zaman dahulu selalu menggunakan bahasa melayu dalam setiap diskusinya. Mereka secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia.

Kebangkitan Nasional ini semakin mendorong perkembangan Bahasa Indonesia dengan sangat pesat. Dalam berbagai bidang, Bahasa Indonesia seakan semakin tidak bisa terpisahkan. Ini juga didukung dengan perkembangan dunia perpolitikan di Indonesia, perkembangan persuratkabaran serta majalah yang semakin membuat Bahasa Indonesia semakin modern.

Perkembangan bahasa dan kesusasteraan bahasa ini banyak dipengaruhi oleh pikiran-pikiran para sastrawan Indonesia

Sebut saja Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar yang memperindah Bahasa Indonesia. Para sastrawan ini banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.

Nah Sobat, ternyata bahasa yang selalu kita dengarkan dari berbabagai lapisan masyarakat ini memiliki sejarah panjang dan sudah wajib bagi kita untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangannya. Jangan ngaku Bangsa Indonesia deh kalau tidak tahu sejarah bahasanya sendiri. Untuk terus menambah pengetahuan kamu tentang berbagai sejarah berbagai hal dilingkunganmu.

Baca juga artikel: