Shalat Dhuha Lengkap

Shalat Dhuha Lengkap

Shalat Dhuha Lengkap

Shalat Dhuha Lengkap
Shalat Dhuha Lengkap

Shalat Dluha ialah shalat sunnat yang dilakukan pada waktu Dluha ialah saat matahari terbit sesudah masa fajar. Dalam bahasan Tarjih waktu itu disebut dengan saat ketika matahari meninggi dengan dua atau empat atau delapan raka’at singkat-singkat.
Pegangan dalil yang dipakai Tarjih ialah dua hadits Ummu Hanik, hadits Abu Hurairah, Hadits Abu Dzar, Mu’adz dan hadits riwayat Muslim.

Hadits Ummi Hanik

وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ رَسُوْلَ أَنَّ أَخْبَرَتْ أَبِىطَالِبٍ بِنْتِ هَانِئٍ أُمِّ لِحَدِيْثِ
فَرَكَعَ قَامَ ثُمَّ فَاغْتَسَلَ عَلَيْهِ فَسُتِرَ فَأُتِىَبِتَوْبٍ الْفَتْحِ يَوْمَ النَّهَارُ مَاارْتَفَعَ اَتَىبَعْدَ
(مُسْلِمٌ رَوَاهُ) اَلْحَدِيْثَ . ثَمَانِىَرَكَعَاٍ
Artinya: “Berdasarkan hadits Ummi Hanik putri Abu Thalib yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. pada hari penaklukan kota Makkah datang menjelang waktu matahari tinggi dan dibawakan sehelai kain untuk dibuat tabir baginya, lalu beliau mandi kemudian beliau shalat delapan raka’at”. (Riwayat Muslim).

Hadits Abu Hurairah

ثَلاَثَةِ بِصِيَامِ :ثَلاَثٍ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ خَلِيْلِى أَوْصَانِى : قَالَ أَبِىهُرَيْرَةَ لِحَدِيْثِ
(مُسْلِمٌ رَوَاهُ). أَرْقُدَ أَنْ قَبْلَ أُوْتِرَ وَأَنْ الضُّحَى وَرَكْعَتَىِ ، شَهْرٍ كُلِّ مِنْ اَيَّامٍ
Artinya: “Beralasan hadits Abu Hurairah yang mengatakan: “Rasulullah saw. menganjurkan padaku tiga perkara; puasa tiga hari tiap bulan, dua raka’at Dhuha dan agar aku kerjakan witir sebelum tidur””. (Riwayat Muslim).

Hadits Abu Dzar

مِنْ سُلاَمَى عَلَىكُلِّ يُصْبِحُ :قَالَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ النَّبِيِّ ذَرٍّعَنِ أَبِي وَحَدِيْثٍ
وَأَمْرٌ صَدَقَةٌ تَكْبِيْرَةٌ وَكُلُّ صَدَقَةٌ تَهْلِيْلَةٍ وَكُلُّ صَدَقَةٌ تَحْمِيْدَةٍ وَكُلُّ صَدَقَةٌ أَحَدِكُمْ
يَرْكَعُهُمَامِنَ رَكْعَتَيْنِ ذَلِكَ مِنْ وَيُجْزِئُ ، صَدَقَةٍ الْمُنْكَرِ وَنَهْىِعَنِ صَدَقَةٌ بِالْمَعْرُوْفِ
(أَبُوْدَاوُدَبِأَلْفَاظٍ أَيْضًا وَرَوَاهُ مُسْلِمٌ رَوَاهُ) الضُّحَى
Artinya: “Beralasan pula hadits Abu Dzar yang mengatakan bahwa Nabi saw. pernah bersabda: “Tiap ruas tulang daripadamu ada sedekahnya dan setipa bacaan tasbih itu merupakan sedekah, begitu pula tiap bacaan tahmid itu sedekah dan tiap bacaan tahlil itu sedekah dan tiap bacaan takbir itu sedekah. Amar ma’ruf itu sedekah dan nahi munkar itu sedekah. Dari segala itu akan memadailah dua raka’at shalat Dluha””. (Riwayat Muslim dan Abu Dawud).

Hadits Mu’adz

عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ رَسُوْلُ كاَنَ كَمْ :ض ر عَائِشَةَ سَأَلَتْ أَنَّهَا مُعَاذَةَ لِحَدِيْثِ
(مُسْلِمٌ رَوَاهُ) وَيَزِيْدُمَاشَاءَ رَكَعَاتٍ أَرْبَعَ :قَالَتْ ؟ الضُّحَى يُصَلِّىصَلاَةَ وَالسَلَّمَ
Artinya: “Beralasan hadits Mu’adz yang menceritakan, bahwa ia pernah bertanya kepada Aisyah: “Berapa rakaat Rasulullah saw. mengerjakan shalat Dluha?. Ia menjawab: “Empat raka’at dan adakalanya menambah sesukanya””. (Riwayat Muslim).

Hadits Ummi Hanik (2)

الْفَتْحِ يَوْمَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ اللَّهِ رَسُوْلَ أَنَّ طَالِبٍ أَبِى بِنْتِ هَانِئٍ أُمِّ لِحَدِيْثِ
(أَبُودَاوُدَ رَوَاهُ) رَكْعَتَيْنِ كُلِّ مِنْ يُسَلِّمُ الضُّحَىثَمَانِىَرَكَعَاتٍ صَلَّىسُبْحَةَ
Artinya: “beralasan hadits Ummi Hanik putri Abu Thalib yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. pada hari penaklukan kota Makkah mengerjakan shalat Dluha delapan raka’at dengan salam tiap dua raka’at”. (Riwayat Abu Dawud).

Hadits Riwayat Muslim

يَوْمَ بَيْتَهَا دَخَلَ وَالسَلَّمَ عَلَيْهِ صَلَّىاللَّهُ النَّبِيَّ أَنَّ عَنْهَاأَنَّهَاحَدَّثَتْ مُسْلِمٌ وَرَوَى
يُتِمُّ كاَنَ أَنَّهُ مِنْهَاغَيْرَ أَخَفَّ صَلَّىصَلاَةً مَارَأَيْتُ فَصَلَّىثَمَانِىَرَكَعَاتٍ مَكَّةَ فَتْحِ
وَالسُّجُوْدَََ الُّركُوْعَ
Artinya: “Muslim meriwayatkan pula daripadanya bahwa pernah ia menceritakan tentang Nabi saw. masuk rumahnya pada hari penaklukan kota Makkah lalu shalat delapan raka’at: “Belum pernah aku lihat beliau shalat secepat itu, meskipun cukup tertib ruku’ dan sujudnya””.

Baca Juga: