Tahap Berkembangnya Kreativitas

Tahap Berkembangnya Kreativitas

Tahap Berkembangnya Kreativitas

Tahap Berkembangnya Kreativitas
Tahap Berkembangnya Kreativitas

Menurut Cropley (1999), terdapat 3 tahap perkembangan kreativitas diantaranya:

Tahap prekonvensional (Preconventional phase)

Tahap ini terjadi pada usia 6–8 tahun. Pada tahap ini, individu menunjukkan spontanitas dan emosional dalam menghasilkan suatu karya, yang kemudian mengarah kepada hasil yang aestetik dan menyenangkan. Individu menghasilkan sesuatu yang baru tanpa memperhatikan aturan dan batasan dari luar.

Tahap konvensional (Conventional phase)

Tahap ini berlangsung pada usia 9–12 tahun. Pada tahap ini kemampuan berpikir seseorang dibatasi oleh aturan-aturan yang ada sehingga karya yang dihasilkan menjadi kaku. Selain itu, pada tahap ini kemampuan kritis dan evaluatif juga berkembang.

Tahap poskonvensional (Postconventional phase)

Tahap ini berlangsung pada usia 12 tahun hingga dewasa. Pada tahap ini, individu sudah mampu menghasilkan karya-karya baru yang telah disesuaikan dengan batasan-batasan eksternal dan nilai-nilai konvensional yang ada di lingkungan.

Karakteristik Individu Kreatif

Siswa kreatif memiliki beberapa ciri diantaranya;

  1. Memiliki daya imajinasi yang kuat
  2. Memiliki inisiatif
  3. Memiliki minat yang luas
  4. Bebas dalam berpikir (tidak kaku atau terhambat)
  5. Bersifat ingin tahu
  6. Selalu ingin mendapat pengalaman baru
  7. Percaya pada diri sendiri
  8. Penuh semangat
  9. Berani mengambil risiko (tidak takut membuat kesalahan)
  10. Berani dalam pendapat dan keyakinan (tidak ragu dalam menyatakan pendapat meskipun mendapat kritik dan berani memertahankan pendapat yang menjadi keyakinannya).

Di samping ciri-ciri di atas, dari pengalaman membelajarkan siswa kreatif, terkadang siswa kreatif memiliki sifat-sifat yang berani sehingga kadang-kadang berprilaku berani menentang pendapat, menunjukkan ego yang kuat, bertindak semau gue, menunjukan minat yang sangat kuat terhadap yang menjadi perhatiannya namun pada saat yang berbeda mengabaikannya, memerlukan kebanggaan atas karyanya. Sifat-sifat tersebut sering bertentangan dengan yang guru harapkan. Guru mengharapkan siswa sopan, rajin, ulet, menyelesaikan tugas sesuai dengan yang guru targetkan, bersikap kompromis, tidak selalu bertentangan pendapat dengan guru, percaya diri, penuh energi, dan mengingat dengan baik. Akibat suasana kontradiktif inilah, maka sering terjadi prakarsa kreatif siswa diabaikan atau tidak mendapat dukungan dari guru.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/09/sifat-wajib-dan-mustahil-bagi-nabi-dan-rasul-beserta-artinya.html