Tahun Ajaran Baru, Siswa SD 035 Lesehan di Kelas

Tahun Ajaran Baru, Siswa SD 035 Lesehan di Kelas

Tahun Ajaran Baru, Siswa SD 035 Lesehan di Kelas

Tahun Ajaran Baru, Siswa SD 035 Lesehan di Kelas
Tahun Ajaran Baru, Siswa SD 035 Lesehan di Kelas

Ada pemandangan berbeda di SD 035 Desa Senaken, Paser. Jika kebanyakan sekolah pada umumnya

terdapat bangku, meja dan papan tulis, namun SD tersebut justru memulai tahun ajaran 2017-2018 dengan lesehan atau duduk di lantai.

Meski demikian, keterbatasan itu tetap disambut gembira oleh murid-murid yang baru saja duduk di bangku kelas 1. Bangunan sekolah yang dibangun sejak dua tahun lalu itu dari kejauhan memang tampak kokoh dan megah, namun jika dilihat lebih dekat, sejumlah fasilitas belum mendukung sistem belajar mengajar di sekolah tersebut.

Seperti yang disampaikan Plt Kepala SD 035 Desa Senaken, Utuh Mahni. Pihaknya baru saja mendapatkan keluhan dari orang tua wali tentang fasilitas toilet yang buntu. Orang tua wali tersebut mengaku prihatin dengan kondisi sekolah yang terlihat belum siap, baik sarana maupun prasarananya.

“Saya sendiri belum sempat mengecek kondisi toilet, dan saya justru tahu dari laporan wali murid,” ungkapnya dikutip dari Kaltim Pos, Kamis (20/7).

Pria yang juga aktif sebagai guru di SD 01 Tanah Grogot ini menjelaskan, hari pertama belajar, sebanyak 53 orang murid mulai menerima pembelajaran dalam satu ruangan. Dikarenakan sekolah baru memiliki satu tenaga pengajar.

Padahal sebelumnya Disdik mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan dua tenaga pengajar,

yaitu guru mata pelajaran umum dan guru agama. Terpisah, Kepala UPT Pendidikan Tanah Grogot Agus mengatakan, pihak sekolah dan UPT masih terus melakukan koordinasi dengan Disdik Paser. Ia meminta kepada orang tua wali untuk tetap bersabar mendampingi anak-anaknya memperoleh pembelajaran dengan fasilitas yang seadanya.

“Saya harapkan wali murid dapat bersabar, menurut keterangan Dinas Pendidikan (Disdik Paser) dalam satu hingga dua bulan ini fasilitas, seperti bangku, meja dan papan tulis akan segera disiapkan untuk dua rombongan belajar (Rombel),” katanya.

Ditanya terkait pembukaan sekolah yang terkesan mendadak, Agus menyatakan SD 035

sebenarnya memang ditetapkan sebagai sekolah pendukung SD 02 yang juga berada di desa yang sama. Namun sejauh ini, SD 02 belum bisa menerima lantaran banyaknya calon pelajar di wilayah Desa Senaken, terlebih lagi adanya peraturan zonasi pada saat mendaftar sekolah.

Sementara itu, Kepala Disdik Paser Murhariyanto menjelaskan, pada tahun ajaran 2017-2018 ini, SD 02 Desa Senaken hanya membuka tiga kelas. Untuk itu SD 035 juga diminta membuka pendaftaran penerimaan siswa-siswi baru sebanyak dua kelas untuk mengakomodasi yang tidak tertampung di SD 02.

“Untuk bangku, meja, dan papan tulis dalam dua bulan ini dapat disiapkan, sisanya akan kita usulkan di anggaran perubahan. baik itu untuk perlengkapan sekolah, SDM hingga pengecatan bangunan sekolah,” bebernya.

 

Sumber :

https://demotix.com/how-to-prevent-air-and-soil-pollution/