Kuliner Pendidikan

Teori Keynes

Teori Keynes

Menurut Keynes, campur tangan pemerintah sangat diperlukan dalam mengatasi masalah perekonomian. Pada tingkat makro, pemerintah harus aktif dalam mengendalikan perekonomian ke arah posisi full employment. Full employment merupakan sesuatu yang hanya bisa dicapai dengan tindakan yang terencana, dan bukan sesuatu yang akan datang secara otomatis.

Dalam teori Keynes menjelaskan bahwa inflasi terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonomi mereka. Artinya permintaan total masyarakat terhadap barang-barang melebihi kemampuan berproduksi masyarakat akibatnya akan terjadi inflationary gap.

Menurut Keynes, kuantitas uang tidak berpengaruh terhadap tingkat permintaan total. Karena suatu perekonomian dapat mengalami inflasi walaupun tingkat kualitas uang tetap atau konstan. Jika uang yang beredar bertambah maka harga akan naik. Dengan naiknya harga,  permintaan uang untuk transaksi juga akan ikut bertambah sehingga suku bunga juga ikut naik. Hal ini akan mencegah pertambahan permintaan unuk investasi dan akan melunakkan tekanan inflasi.

Analisa Keynes tentang inflasi permintaan yang dirumuskan berdasarkan konsep inflationary gapinflasi permintaan adalah yang ditimbulkan oleh pengeluaran pemerintah, prograaam investasi yang besar-besaran dalam capital sosial. Jika dirumuskan menjadi:

    Inflasi = (jumlah uang beredar, pengeluaran pemerintah, suku bunga, investasi).

3.Teori Strukturalis

Menurut Adwin, study mengenai inflasi di Negara-negara berkembang menunujukkan bahwa inflasi bukan merupakan fenomena moneter, tetapi merupakan fenomena structural atau cost push inflation. Fenomena yang dimaksud adalah fenomena structural yang disebabkan oleh kesenjangan atau kendala structural dalam perekonomian di Negara berkembang, sering disebut juga structural bottlenecks. Structural bottleneck terjadi dalam tiga hal, yaitu:

sumber :

https://1up-mushroom.net/high-school-story-apk/