Thalaq Dalam Hukum Islam

Thalaq Dalam Hukum Islam

Thalaq Dalam Hukum Islam

 

Thalaq Dalam Hukum Islam

Latar Belakang

Islam merupakan agama yang sempurna, mengatur berbagai aspek dalam kehidupan, baik yang menyangkut segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah Swt, maupun antara sesama umat manusia.

Pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku pada semua mahkluk-Nya, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan. Ia adalah suatu cara yang dipilih oleh Allah Swt, sebagai jalan bagi makhluk-Nya untuk berkembang biak, dan melestarikan hidupnya. Pada dasarnya pergaulan suami istri merupakan persenyawaan jiwa raga dan cipta rasa, maka antara suami istri diwajibkan bergaul dengan sebaik-baiknya.

Suatu perkawinan dimaksudkan untuk membina hubungan yang harmonis antara suami istri, Namun kenyataan membuktikan, bahwa untuk memelihara keharmonisan dan kelestarian bersama suami istri bukanlah perkara yang mudah dilaksanakan bahkan dalam hal kasih sayang pun sulit untuk diwujudkan dikarenakan faktor-faktor psikologis, biologis, ekonomis, perbedaan kecenderungan pandangan hidup tersebut.

Oleh karena itu, apabila adanya suatu perselisihan yang terjadi antara suami istri wajib diusahakan dengan cara musyawarah dan mufakat. Apabila perselisihan atau krisis rumah tangga tersebut sedemikian memuncak dan tidak mungkin untuk dapat diselesaikan maka cara yang harus ditempuh dengan cerai atau diceraikan dan suatu perkawinan dapat berakhir karena terjadinya thalaq yang dijatuhkan oleh suami terhadap istri.

 

Definisi Operasional

Untuk mempermudah dalam penelitian ini, maka penulis akan mengemukakan beberapa definisi operasional, sebagai berikut:

  1. Hukum adalah ketetapan atau ketentuan yang berdasarkan syariat Islam.
  2. Pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku pada semua mahkluk-Nya, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan.
  3. Thalaq ialah berasal dari kata Ithlaq artinya lepasnya suatu ikatan perkawinan dan berakhirnya hubungan perkawinan

 

Pengertian Thalaq

Menurut bahasa, thalaq itu berasal dari kata athlaqa, yuthliqu, ithlaqan yang artinya melepaskan dan meninggalkan.

Sedangkan secara istilah, thalaq ialah melepaskan ikatan dari pihak suami dengan mengucapkan lafazh tertentu.

 

Rukun Thalaq

Rukun thalaq itu ada tiga, yaitu:

  1. Suami yang menthalaq
  • Atas kehendak sendiri (tidak dipaksa).
  1. Istri yang dithalaq

Si istri yang dithalaq itu karena:

  • Istri yang berbuat zina.
  • Istri yang membangkang/durhaka (nusyuz) setelah diberi nasihat.
  • Istri yang suka mabuk-mabukan, penjudi, dan lain sebagainya.
  1. Ucapan yang digunakan untuk menthalaq
  • Ucapan thalaq itu ada yang jelas (sharih) dan ada juga yang berupa sindiran (kinayah). Untuk ucapan thalaq yang jelas, meskipun hatinya tidak berniat menthalaq istrinya, maka thalaq itu tetap jatuh terhadap istrinya. Adapun ucapan thalaq yang jelas itu misalnya: Engkau kutalak. Kemudian, yang berupa sindiran itu misalnya: Pulanglah kau ke rumah orang tuamu.

 

Macam-macam thalaq

  1. Thalaq raj’i

Adalah suatu thalaq di mana suami masih tetap berhak merujuk bekas istrinya dengan tidak perlu melakukan pernikahan yang baru, asal istrinya masih dalam masa iddah.

  1. Thalaq ba’in

Adalah thalaq di mana suami tidak boleh merujuk bekas istrinya, kecuali dengan melakukan nikah baru setelah bekas istrinya itu dikawini oleh orang lain. Kemudian, pernah disetubuhi oleh suaminya yang baru itu dan kemudian diceraikannya.

  1. Thalaq bid’i

Adalah thalaq yang dilakukan suami saat istrinya dalam keadaan haid atau nifas, atau dalam keadaan suci yang menggauli istrinya dan belum jelas kehamilannya.

  1. Thalaq sunni

Adalah ketika suami menthalaq istrinya yang tidak dipergauli, yang suci, dan tidak dalam keadaan hamil, bukan wanita yang masih kecil maupun wanita yang sudah tidak haid lagi (menopause).

 

Baca Juga Artikel Lainnya :