Upaya Guru Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik

Upaya Guru Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik

Upaya Guru Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik

Upaya Guru Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik
Upaya Guru Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik

Sifat relasi bantuan untuk membimbing anak-anak kreatif, menurut Dedi Supriadi (1994), sebenarnya sama saja dengan relasi untuk anak-anak pada umumnya. Hanya saja, idealnya para guru dan pembimbing mengetahui mekanisme proses kreatif dan manifestasi perilaku kreatif.

Creative Relationship

Dalam konteks relasi dengan anak-anak kreatif ini, Torrance (1977) menamakan relasi bantuan itu dengan istilah creative relationship yang memiliki karakteristik sebagai berikut.

  1. Pembimbing berusaha memahami berusaha memahami pikiran dan perasaan anak.
  2. Pembimbing mendorong anak untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya tanpa mengalami hambatan.
  3. Pembimbing lebih menekankan pada proses daripada hasil sehingga Pembimbing di tuntut mampu memandang permasalahan anak sebagai bagian dari keseluruhan dinamika perkembangan dirinya.
  4. Pembimbing berusaha menciptakan lingkungan yang bersahabat, bebas dari ancaman, dan suasana saling menghargai.
  5. Pembimbing tidak memaksakan pendapat, pandangan, atau nilai-nilai tertentu kepada anak.
  6. Pembimbing berusaha mengeksplorasi segi-segi positif yang dimiliki anak dan bukan sebaliknya mencari-cari kesalahan anak.
  7. Pembimbing berusaha menempatkan aspek berpikir dan perasaan secara seimbang dalam proses bimbingan.

Bantuan Yang Dapat Digunakan

Supriadi (1994) mengemukakan sejumlah bantuan yang dapat digunakan untuk membimbing perkembangan anak-anak kreatif, yaitu :

  1. Menciptakan rasa aman kepada anak untuk mengekspresikan kreativitasnya;
  2. Mengakui dan menghargai gagasan-gagasan anak;
  3. Menjadi pendorong bagi anak untuk mengomunikasikan dan mewujudkan gagasan-gagasan nya.
  4. Membantu anak memahami dalam berpikir dan bersikap, dan bukan malah

menghukumnya;

  1. Memberikan peluang untuk mengomunikasikan gagasan-gagasannya;
  2. Memberikan informasi mengenai peluang-peluang yang tersedia.

Merancang Desain Pembelajaran

Disamping itu, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merancang desain pembelajaran yang berpotensi mengembangkan kreatifitas siswa adalah:

  • proses pembelajaran dirancang untuk membangun pengalaman belajar yang baru bagi siswa.
  • proses pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh informasi terbaru.
  • proses belajar dirancang sehingga siswa dapat mengembangkan pikiran atau ide-ide baru.
  • proses belajar dapat mengasilkan produk belajar yang berbeda dari produk sebelumnya.
  • produk belajar diekspersikan dan dikomunikasi melalui media yang kreatif.

Baca juga